Renyah tapi Bahaya, Ini Risiko Kesehatan Kalau Kebanyakan Makan Kerupuk

Yuri Setiawan
3 Min Read
Ilustrasi kerupuk. Foto: Freepik

Jakartashowbiz.com – Banyak orang pasti setuju kalau makan pakai kerupuk jauh lebih nikmat. Bahkan, bukan cuma sebagai pelengkap makan berat, kerupuk juga kerap jadi camilan yang dikonsumsi untuk mengisi waktu luang. Namun, di balik renyahnya kerupuk, ada bahaya yang mengintai jika dikonsumsi berlebihan.

Meskipun terlihat ringan dan tidak berbahaya, kerupuk menyimpan komposisi yang sebaiknya dibatasi. Konsumsi kerupuk yang berlebihan bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan pada tubuh yang mungkin tidak disadari gejalanya sejak dini.

Risiko pertama yang paling nyata adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebagian besar kerupuk mengandung natrium atau garam dalam jumlah yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan frekuensi yang sering, maka asupan natrium harian bisa melonjak drastis tanpa disadari.

Baca juga: Fenomena Unik di Latvia, Ada Jasa Sewa Suami Gara-Gara Krisis Populasi Pria

Dikutip dari American College of Cardiology, konsumsi garam yang tinggi bisa menahan cairan dalam tubuh dan memberi tekanan ekstra pada dinding pembuluh darah. Hal tersebut pada akhirnya bisa merusak pembuluh darah dan jantung.

Bahaya kedua adalah ancaman obesitas. Risiko kesehatan ini muncul karena umumnya kerupuk memiliki kalori tinggi, mengandung lemak kurang sehat, dan sangat rendah serat.

Komposisi ini membuat kalian mudah memakan banyak kalori tanpa merasa kenyang. Kondisi tersebut mendorong akumulasi lemak tubuh yang cepat, terlebih jika pola makan kalian secara keseluruhan kurang seimbang, sehingga berat badan akan meningkat signifikan.

Baca juga: Layanan Streaming Mola Resmi Pamit Undur Diri Akhir Tahun Ini

Selanjutnya, kebiasaan ini juga berkaitan erat dengan penyakit jantung. Mekanismenya terjadi karena kerupuk mengandung garam tinggi, lemak jenuh tidak sehat, gula, dan berbagai zat aditif.

Semua kandungan tersebut dapat mengganggu profil lemak darah, menimbulkan peradangan sistemik, dan memicu stres oksidatif. Jika ini terjadi terus-menerus, dinding pembuluh darah bisa menebal, menyempit, atau mengalami kerusakan, yang akhirnya menimbulkan penyakit jantung serius.

Baca juga: Mengenal Istilah Popcorn Brain, Efek yang Ditimbulkan dan Solusi Mengatasinya

Terakhir dan yang paling mengerikan adalah risiko kerusakan otak. Keseringan konsumsi kerupuk dapat berdampak pada kesehatan neurologis karena termasuk kategori makanan ultra-processed yang tinggi garam, gula, dan lemak jahat yang memicu stres oksidatif.

Zat aditif kimia dalam makanan ini bisa mempengaruhi fungsi neuron dan mempercepat penuaan otak. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa mengganggu fungsi otak secara keseluruhan.

Share This Article