Tegas! Denmark Bakal Larang Anak-Anak Main Medsos

Yuri Setiawan
3 Min Read
Ilustrasi anak-anak main sosial media. Foto: Freepik

Jakartashowbiz.com – Pemerintah Denmark berencana melarang anak-anak di bawah 15 tahun menggunakan platform media sosial. Tujuannya untuk melindungi mereka dari dampak negatif penggunaan ponsel dan jejaring sosial yang makin meresahkan.

Dikutip ANTARA dari siaran The Guardian, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen dalam pidato pembukaan sidang parlemen bulan lalu mengatakan bahwa ponsel dan media sosial telah mencuri masa kecil anak-anak. Dia mengemukakan bahwa penggunaan media sosial berkontribusi pada peningkatan gangguan kecemasan dan depresi pada banyak anak-anak dan remaja.

Frederiksen juga mengatakan penggunaan media sosial menyebabkan banyak anak kesulitan membaca dan berkonsentrasi. Selain itu, media sosial juga membuat mereka melihat hal-hal yang seharusnya tidak dilihat oleh orang seusianya.

Frederiksen juga mengutip hasil survei yang menunjukkan bahwa 60 persen anak laki-laki berusia 11 sampai 19 tahun di Denmark tidak bermain dengan teman mereka pada waktu luang. Ditambah lagi, 94 persen siswa kelas tujuh telah memiliki akun media sosial sebelum berusia 13 tahun.

“Ponsel dan media sosial telah merampas masa kecil anak-anak kita,” ujarnya.

Baca juga: Lisa BLACKPINK Disebut jadi Kandidat Kuat Pemeran Rapunzel untuk Film Live-Action, Tangled

Larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak berusia di bawah 15 tahun rencananya akan diberlakukan di Denmark paling cepat tahun depan. Frederiksen mengatakan bahwa aturan itu akan mencakup beberapa platform media sosial, tetapi dia tidak memerinci platform apa saja yang akan terdampak. Meski begitu, akan ada opsi bagi orang tua untuk memberikan izin khusus kepada anak untuk menggunakan media sosial mulai dari usia 13 tahun.

Sementara itu, Menteri Digitalisasi Denmark, Caroline Stage menyebut rencana penerapan kebijakan tersebut sebagai sebuah terobosan besar.

“Saya sudah mengatakannya sebelumnya, dan saya akan mengatakannya lagi: kita terlalu naif. Kita telah menyerahkan kehidupan digital anak-anak kepada platform yang tidak pernah memikirkan kesejahteraan mereka. Kita harus beralih dari ‘tawanan’ digital ke komunitas,” katanya.

Sebelumnya, Denmark pada Februari lalu sudah mengumumkan bahwa ponsel akan dilarang di semua sekolah dan klub ekstrakurikuler. Ini menyusul rekomendasi dari komisi kesejahteraan pemerintah yang menilai anak-anak di bawah usia 13 tahun mestinya tidak boleh memiliki ponsel pintar atau tablet sendiri.

Temuan penelitian tentang dampak buruk media sosial terhadap anak-anak dan remaja memang telah memaksa pemerintah di beberapa negara membuat aturan ketat dalam akses ke media sosial. Australia sudah mengumumkan pelarangan akses media sosial seperti Facebook, TikTok, Snapchat, dan YouTube bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun.

Selain itu, Yunani pada Juni lalu juga mengusulkan Uni Eropa untuk menetapkan ‘usia dewasa digital’ guna mencegah anak-anak mengakses media sosial tanpa persetujuan dari orang tua mereka. Norwegia pun berencana menaikkan batas usia minimum penggunaan media sosial dari 13 tahun menjadi 15 tahun untuk melindungi anak-anak.

Share This Article