Jakartashowbiz.com – Rumah produksi Avarta Media resmi memperkenalkan dua proyek film unggulan yang akan menjadi fondasi pengembangan Intellectual Property (IP) mereka, yakni “9 Aku, Love Heals” dan “Satine”.
Kedua film tersebut hadir dengan tema yang berbeda namun sama-sama mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat modern. Melalui proyek ini, Avarta Media menunjukkan komitmennya menghadirkan cerita yang relevan dengan budaya Indonesia sekaligus memiliki daya tarik luas bagi pasar film nasional.
Acha Septriasa menjelaskan bahwa Avarta Media lahir dari keinginan untuk menghadirkan kisah-kisah yang berakar pada realitas sosial dan budaya Indonesia.
“Kami ingin menciptakan cerita yang relevan dengan masyarakat, mengangkat hal-hal yang menginspirasi dan juga tema-tema yang sering dianggap tabu,” ujar Acha.
Film pertama, “9 Aku, Love Heals”, mengangkat kisah nyata seorang perempuan bernama Wella yang berjuang menghadapi gangguan identitas disosiatif serta konflik keluarga yang kompleks. Film tersebut juga membawa pesan tentang kesehatan mental, ketangguhan hidup, dan kekuatan cinta.
Sementara itu, proyek kedua berjudul “Satine” merupakan adaptasi novel karya penulis ternama Ika Natassa. Novel tersebut mengangkat fenomena urban loneliness atau kesepian yang kerap dialami masyarakat perkotaan.
Ika Natassa mengaku memiliki kedekatan emosional dengan karya tersebut karena proses penulisannya memakan waktu hingga dua tahun.
“Ini salah satu cerita paling personal yang pernah saya tulis. Satine berbicara tentang orang-orang yang terlihat sukses, tetapi sesungguhnya merasa kesepian ketika kembali ke kehidupannya sendiri,” kata Ika.
Acha melihat tema tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat modern saat ini. Menurutnya, banyak orang mengalami kehampaan meski telah mencapai berbagai pencapaian dalam hidup.
“Semua orang pernah merasakan kesepian. Pernah merasa sukses tetapi tetap hampa. Satine berbicara tentang pengalaman itu,” ujarnya.
Selain mengembangkan proyek secara mandiri, Avarta Media juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai rumah produksi dan mitra strategis. Arya dan Ardi Dharma selaku pendiri perusahaan menegaskan bahwa kolaborasi menjadi salah satu nilai utama yang mereka bangun sejak awal.
“Kami selalu percaya kolaborasi sangat penting. Yang terpenting adalah menghadirkan cerita yang relevan dan memiliki akar budaya Indonesia yang kuat,” kata Arya.
Saat ini Avarta Media masih merahasiakan jajaran pemain untuk kedua proyek tersebut. Namun perusahaan menargetkan “9 Aku, Love Heals” menjadi produksi pertama yang memasuki tahap syuting pada akhir tahun.
Melalui dua proyek awal ini, Avarta Media berharap dapat menghadirkan warna baru bagi industri film nasional dengan mengangkat kisah-kisah autentik yang dekat dengan pengalaman hidup masyarakat Indonesia.