Jakartashowbiz.com – Sutradara kondang, Anggy Umbara balik lagi dengan film yang beda dari biasanya! Setelah tahun lalu sukses besar dengan film drama-horor yang tembus hampir 6 juta penonton, kini ia datang dengan genre horor-heist yang unik, provokatif, dan pastinya ada bumbu komedi.
Film berjudul Gundik, resmi merilis teaser poster dan teaser trailer pada Sabtu (16/3/2025). Dari cuplikannya, sudah bisa dilihat campuran mistis, ketegangan, darah, dan tawa yang bikin penasaran.
“Film ini secara premis menceritakan empat perampok yang berniat merampok Gundik yang banyak hartanya. Tapi, tanpa mereka tahu, Gundik ini sosok lain lah. Jadi film ini horor-heist, dengan sentuhan komedi di dalamnya,” kata Anggy Umbara di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Baca juga: IM Pictures Rilis Official Trailer Film “Muslihat”, Kasih Vibes Mencekam yang Bikin Merinding
Singkatnya, Gundik ngisahin tentang empat perampok yang niat ngerampok rumah seorang Gundik alias wanita simpanan para pejabat negara. Tapi yang mereka nggak tahu, Gundik ini ternyata bukan manusia biasa, dia adalah Sang Nyai Penguasa Pantai Laut Selatan! Niat awalnya mau dapet harta, malah berujung harus menyelamatkan diri dari kematian yang mengintai.

Sosok Gundik yang penuh misteri dan sensual diperankan oleh Luna Maya. Sementara deretan pemain lainnya ada Maxime Bouttier, Agus Kuncoro, Ratu Sofya, Rukman Rosadi, Tyo Pakusadewo, Arief Didu, dan masih banyak lagi.
“Menariknya, peran Gundik yang aku lakukan tidak sepenuhnya manusia. Jadi kayak perantara dengan devil untuk mendapat sesuatu lah. Cukup challenging karena jiwanya tuh gelap banget. Dan emang menarik dan cukup challenge buat aku,” ujar Luna Maya.

Di balik kisahnya, Gundik bukan cuma soal horor dan aksi, tapi juga simbol dari keserakahan, kegelapan sejarah, serta relasi kekuasaan yang mematikan. Anggy Umbara yang udah lama menyimpan cerita ini akhirnya memutuskan buat menggarap sendiri filmnya bareng Umbara Brothers Film. Film ini bakal tayang di bioskop pada 22 Mei 2025.
“Jadi bisa dibilang ini idealnya gue, karena gue nggak rela, ini jadi nggak ideal kalau orientasi untuk kesuksesan penonton. Akhirnya saya sama tim mau memberanikan diri untuk produksi filmnya sendiri, akhirnya kita produksi bareng temen-temen lainnya,” tutup Anggy Umbara.