Mengenal Istilah Popcorn Brain, Efek yang Ditimbulkan dan Solusi Mengatasinya

Yuri Setiawan
3 Min Read
Ilustrasi sulit fokus. Foto: Freepik

Jakartashowbiz.com – Kalian pernah nggak sih lagi asyik fokus ngerjain sesuatu, tiba-tiba tangan gatel buka medsos dan berakhir scrolling random selama berjam-jam? Kalau sering kejadian, hati-hati, bisa jadi kalian mengalami apa yang disebut popcorn brain.

Istilah Popcorn brain pertama kali diperkenalkan oleh David Levy dalam bukunya berjudul Mindful Tech. Kondisi ini menggambarkan kondisi pikiran yang terus bergerak, sulit diam, dan mudah terlengah oleh rangsangan digital yang datang bertubi-tubi layaknya biji jagung yang meletup-letup.

Baca juga: Tiap Natal, Mariah Carey Panen Cuan Puluhan Miliar Rupiah Cuma dari Satu Lagu

Fenomena ini bukan tanpa sebab. Kebiasaan kita menatap layar terlalu lama ternyata melatih otak untuk mencari stimulasi instan. Ashwini Nadkarni, MD, Asisten Profesor Psikiatri di Harvard Medical School, menjelaskan bahwa media digital mendorong perhatian yang terfragmentasi, sehingga otak kesulitan mempertahankan fokus pada satu hal dalam waktu lama.

Rentetan konten cepat dari media sosial membuat kita terbiasa dengan hal-hal yang serba instan. Akibatnya, kalian jadi mendambakan rangsangan cepat dan sulit bertahan dalam aktivitas yang butuh konsentrasi tinggi.

Belum lagi kebiasaan multitasking semu, seperti mengetik tugas sambil balas chat atau belanja online. Padahal, cara kerja ini justru memaksa otak bekerja lebih keras dan melemahkan kemampuan fokus seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Float Rilis Dimabuk Cahaya, Single dengan Vibes 70-an yang Bikin Tenang

Neuropsikolog Sanam Hafeez turut menjelaskan bahwa kebiasaan menggulir layar membuat otak terbiasa dengan hiburan instan. Hal ini menyebabkan seseorang merasa gelisah jika tidak mendapatkan rangsangan baru.

“Hal ini menyebabkan rentang perhatian yang lebih pendek, sehingga menjadi lebih sulit untuk fokus pada apa pun selama lebih dari beberapa menit,” ujarnya, dikutip Business Insider.

Baca juga: Pandawara Group ‘Ngelamun’ Pingin Beli Hutan, Warganet dan Sejumlah Publik Figur Siap Berdonasi

Efek dari popcorn brain nggak main-main, lho. Otak yang terbiasa menunggu rangsangan cepat bakal menjadi sangat waspada dan sulit rileks.

Stimulasi berlebihan ini bisa memicu kelelahan mental, menurunkan kemampuan berpikir mendalam, hingga menghambat kreativitas. Kalian bisa merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas fisik berat, produktivitas menurun, dan gampang merasa frustrasi karena pekerjaan nggak kelar-kelar.

Baca juga: Ramalan Zodiak Selasa, 9 Desember 2025

Tapi tenang, kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi dengan melatih otak kembali fokus. Langkah pertamanya adalah berlatih mindfulness.

Kalian bisa mencoba teknik body scan, yaitu duduk di tempat tenang, memejamkan mata, dan menyadari sensasi tubuh dari kepala hingga kaki. Latihan seperti yoga dan pernapasan juga sangat membantu memperkuat otot fokus kalian agar tidak mudah terdistraksi.

Selain itu, cobalah menulis daftar tugas untuk menguraikan pikiran yang berantakan. Terapkan Teknik Pomodoro, yakni bekerja fokus selama 25 menit dan istirahat 5 menit. Metode ini terbukti ampuh menjaga ritme kerja tanpa terasa berat.

Terakhir, jangan ragu untuk membatasi penggunaan gawai dengan mematikan notifikasi atau menggunakan satu perangkat saja dalam satu waktu agar otak bekerja lebih efisien.

Share This Article