Jelajah PIK Melalui Desain, Budaya, dan Kreativitas di Indonesia Design Week 2026

IDW 2026

Konferensi pers Indonesia Design Week 2026. Foto: Jakarta Showbiz

Jakartashowbiz.com – Indonesia Design Week (IDW) kembali diselenggarakan tahun ini. Flagship event tahunan Indonesia Design District (IDD) PIK2 itu bakal menghadirkan pengalaman yang lebih beragam di berbagai destinasi PIK.

Untuk pertama kalinya, IDW tidak hanya berlangsung di IDD PIK2, tetapi juga mengajak pengunjung menjelajahi desain, budaya, dan kreativitas di berbagai destinasi kawasan sekitar, mulai dari Pantjoran PIK, Central Market PIK, By The Sea PIK, Batavia PIK, Land’s End PIK2, hingga Orange Groves PIK2. Berlangsung dari 18 hingga 27 September 2026, IDW tahun ini mengusung tema “Collective Culture” yang mengajak publik melihat desain sebagai bagian dari kehidupan yang tumbuh melalui keberagaman perspektif, kolaborasi, dan komunitas.

Baca juga: Bocoran Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Lukman Sardi dan Jerome Kurnia Bakal Menghadapi Entitas Kuno

Semangat tersebut diterjemahkan melalui rangkaian program yang mencakup warisan budaya, keberlanjutan, fesyen, gaya hidup, rekreasi, hingga keterlibatan komunitas. Perluasan lokasi penyelenggaraan juga menghadirkan pengalaman yang berbeda di setiap destinasi, sekaligus memperlihatkan bagaimana desain dapat hadir dan berinteraksi dengan ruang, budaya, serta masyarakat.

“Semangat untuk terus beradaptasi menjadi landasan dalam setiap langkah IDD PIK2. Indonesia Design Week bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah ekosistem dinamis yang secara aktif mempertemukan desainer, merek, pelaku manufaktur, dan institusi di Indonesia. Melalui ekosistem ini, kami ingin mengembangkan potensi lokal sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia di panggung global,” ujar Ipeng Widjojo, CEO IDD PIK2.

Dengan prinsip “Crafted in Collaboration, Curated by Culture, and Built Through Diversity”, IDW 2026 mempertemukan desainer, arsitek, seniman, institusi, pelaku usaha, mahasiswa, dan komunitas. Seluruh rangkaian program terbagi dalam tiga pilar utama, yaitu Main Highlights, Experience Programs, serta Community and Supporting Events.

Baca juga: Film Rancage Raih Best Project Award di Inspiring Indonesia 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya

Salah satu daya tarik utama IDW tahun ini adalah SaloneSatellite Permanent Collection Exhibition, yang berlangsung dari 18 September hingga 18 Oktober 2026. Untuk pertama kalinya, koleksi tersebut dipamerkan di Indonesia sekaligus memberikan kesempatan bagi publik untuk melihat perjalanan hampir tiga dekade desain kontemporer melalui karya-karya para desainer muda dari berbagai belahan dunia.

Sebanyak 55 karya dari total 415 objek dalam SaloneSatellite Permanent Collection ditampilkan dalam pameran ini. Koleksi tersebut memperlihatkan perjalanan sebuah gagasan desain, mulai dari prototipe karya desainer muda hingga berkembang menjadi produk massal, masuk ke dalam koleksi museum, dan bahkan menjadi ikon desain kontemporer.

Sejak 2018, Permanent Collection disimpan dan dipamerkan di Artwood Academy, Lentate sul
Seveso, di kawasan Brianza, Italia sebagai salah satu sentra desain dan furnitur. Jakarta menjadi destinasi internasional ketiga bagi SaloneSatellite Permanent Collection setelah Hong Kong pada 2024 dan Paviliun Italia dalam Expo 2025 Osaka.

Baca juga: Iyus Jenius Tayang Hari Ini, Gandhi Fernando Dobrak Dominasi Film Horor dengan Genre Anak

Pameran ini juga menjadi momentum bagi publik untuk bertemu Marva Griffin Wilshire, Founder and Curator of SaloneSatellite, serta Maria Porro, President of Salone del Mobile.Milano, yang akan hadir dalam pembukaan IDW 2026. Kehadiran keduanya membawa perspektif dan wawasan dari ekosistem desain global, sekaligus membuka peluang bagi pelaku kreatif Indonesia untuk memperluas jejaring dan menjajaki kolaborasi internasional.

Kehadiran SaloneSatellite Permanent Collection di Jakarta melanjutkan hubungan yang telah dibangun IDD PIK2 di panggung desain internasional. Pada April 2026, IDD PIK2 menghadirkan IDD Pavilion di Salone del
Mobile.Milano melalui partisipasi dalam SaloneSatellite dan pameran Skilled Craftsmanship + Innovation. Partisipasi tersebut memperkenalkan desain kontemporer Indonesia sekaligus kekayaan material dan keahlian lokal dalam mengolah rotan, kayu, tenun, logam, dan keramik. Kini, hubungan tersebut berlanjut di Jakarta melalui kehadiran Permanent Collection untuk pertama kalinya di Indonesia.

Selain SaloneSatellite Permanent Collection Exhibition, Main Highlights menghadirkan sejumlah program utama, mulai dari pameran desain kurasi, Design Experience Installations, dan Design Talks hingga ICAD By The Bay.
Berkolaborasi dengan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD), sejumlah toko desain di IDD PIK2 akan bertransformasi menjadi galeri seni temporer yang mempertemukan seni kontemporer dengan desain dan ruang komersial. ICAD By The Bay juga menghadirkan Pop-Up Merchandise yang menampilkan kekayaan intelektual pilihan dari kreator lokal, hasil kurasi EKRAF, ICAD, dan IDW.

Baca juga: Teknologi SQD-Mini LED Bawa Sensasi Bioskop ke Rumah, C7L Jadi Andalan TCL

Beranjak dari ruang pameran, Experience Programs mengajak pengunjung berinteraksi lebih dekat dengan kriya, desain, fesyen, dan kreativitas Indonesia. Artisan Alley menghadirkan produk siap ekspor, merek kriya baru, serta karya perajin dan kreator dari berbagai daerah melalui kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian dan Indonesia
Design Development Center.

Selain itu, ekspresi fesyen dan budaya juga hadir melalui Jember Fashion Carnaval (JFC), yang membawa kekayaan budaya Indonesia ke dalam pertunjukan fesyen dan seni bersama Batavia Tales. Sementara itu, Community and Supporting Events membuka ruang untuk belajar dan berinteraksi melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif.

Baca juga: Al Ghazali Ungkap Alasan Gandeng Pro 7, Berawal dari Pengalaman Drift di Track Gelap

Melalui IDD Insight Trip, mahasiswa, profesional, dan komunitas kreatif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun mancanegara diajak menjelajahi pameran, instalasi, dan showroom di IDD PIK2. Berbagai lokakarya kreatif, aktivitas tenant, serta kolaborasi merchandise bersama perajin dan jenama kreatif Indonesia turut melengkapi rangkaian kegiatan.

Adityo Ramadhan Dharmanto, Marketing Communication Deputy Department Head IDD PIK2, mengatakan perluasan lokasi penyelenggaraan IDW 2026 merupakan bagian dari upaya mendekatkan pengalaman desain kepada masyarakat melalui berbagai ruang di kawasan PIK.

“Tahun ini, kami ingin IDW berkembang melampaui satu destinasi dan menjadi sebuah pengalaman yang dapat dieksplorasi di berbagai kawasan di PIK. Dengan memperluas penyelenggaraan ke sejumlah destinasi gaya hidup dan budaya, kami mengajak masyarakat melihat dengan cara yang berbeda bagaimana desain hadir dalam kehidupan sehari-hari, ruang publik, dan komunitas,” ujarnya.