Film Rancage Raih Best Project Award di Inspiring Indonesia 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya

IMG-20260911-WA0232

Jakartashowbiz.com – Sineas Indonesia kembali menorehkan prestasi melalui ajang Kompetisi Film Inspiring Indonesia 2026. Sejumlah karya berhasil meraih penghargaan setelah melewati persaingan ketat dalam Regional Screening & Awarding yang digelar di Jakarta.

Acara tersebut berlangsung di Ice Palace Lotte Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2026). Para pemenang selanjutnya akan melaju ke tingkat Asia dalam rangkaian Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 dan berpeluang tampil di Grand Final yang akan digelar di Manila, Filipina.

Inspiring Indonesia Film Festival 2026 merupakan kolaborasi Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Tanoto Foundation, dan Campaign for Good.

Baca juga: Angkat Urban Legend dari Sumatera, Film Urang Bunian Tayang Mulai 17 September 2026

Tahun ini, festival mengangkat tema “Community Empowerment: Belonging, Resilience, Thriving”. Tema tersebut mendorong para sineas untuk mengangkat cerita mengenai komunitas akar rumput sekaligus memperlihatkan dampak nyata dari berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat.

Best Micro Film Dimenangkan Dua Film

Persaingan para finalis berlangsung ketat. Bahkan, dewan juri akhirnya memutuskan memberikan gelar juara bersama untuk kategori Best Micro Film.

Dua film yang meraih penghargaan tersebut adalah “Ruang Antara” garapan rumah produksi Feugee dan “memBEKAS” besutan sutradara Heru Purwanto.

Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio, mengatakan keputusan memberikan gelar juara bersama diambil karena perolehan nilai para finalis sangat ketat.

“Tadi sebenarnya pas mengobrol sulit sekali ya menentukan pemenang karena skornya ketat. Makanya ada pemenang bersama,” ujar Felicia Hanitio.

Sementara itu, Nurdini Prihasti, Founder Dama Kara sekaligus salah satu juri, menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada kualitas visual atau sinematografi.

Kekuatan cerita, pesan yang disampaikan, serta kemampuan sebuah film dalam mendorong penonton untuk mengembangkan inisiatif pemberdayaan masyarakat turut menjadi pertimbangan.

“Banyak sekali poin yang dinilai, bukan cuma sekadar sinematografi. Bagaimana film itu menceritakan community empowerment seperti tema tahun ini,” papar Nurdini.

Film Berbasis AI Raih Penghargaan

Inspiring Indonesia 2026 juga menghadirkan kategori baru, yakni Best AI Film Award. Penghargaan tersebut memberikan ruang bagi sineas untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai bagian dari proses kreatif pembuatan film.

Kategori tersebut dimenangkan oleh Dika Karan melalui film pendek “Pulang (Homecoming)”.

Head of Program Campaign for Good, Ahmad Aziz, mengatakan AI dipandang sebagai alat bantu yang dapat membuka ruang ekspresi baru bagi para sineas Indonesia.

“Kita melihat AI ini dilihat sebagai tools ya. Kita jadikan ini salah satu cara agar teman-teman di Indonesia bisa berekspresi,” tutur Ahmad Aziz.

Dika Karan menegaskan bahwa teknologi AI dalam karyanya tetap berada di bawah kendali manusia. Menurutnya, aspek rasa, memori, serta keputusan artistik tetap berasal dari manusia sebagai kreator.

“Menurut saya AI hanya alat bantu. Jadi di balik itu ada manusia yang mengendalikan. Untuk rasa, memori, shot yang indah, tetap dari manusia yang mengendalikan. Itu hanya alat bantu untuk berkarya,” jelas Dika.

Rancage dari IPB University Raih Best Project Award

Penghargaan Best Project Award berhasil diraih inisiatif Rancage dari IPB University.

Program tersebut mendapat apresiasi atas upayanya dalam memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga Desa Sukajadi.

Sutradara proyek Rancage, Wina Ekawati, mengaku tidak menyangka proyek yang mereka kerjakan berhasil meraih penghargaan tersebut.

“Tidak menyangka, alhamdulillah mendapatkan juara Best Project. Tentu proyek dari peserta lain sama luar biasanya,” ujar Wina.

Menurut Wina, eksposur melalui Micro Asia dapat memberikan manfaat lebih besar bagi komunitas. Ia juga menilai masih terdapat berbagai hal yang dapat dikembangkan di Desa Sukajadi.

“Meski sudah berjalan tentu masih banyak yang bisa dikembangkan dari Desa Sukajadi. Misal jalan, atau parkiran yang masih sulit,” lanjutnya.

Nyanyian di Angkringan Raih Honourable Mention

Selain penghargaan utama, Inspiring Indonesia 2026 juga memberikan Honourable Mention.

Penghargaan tersebut diberikan kepada “Nyanyian di Angkringan”, karya Shafiyah Aida dengan produser Yansen Emanuel Irawan.

Secara keseluruhan, festival tahun ini menyediakan total hadiah sebesar Rp325 juta bagi para pemenang.

Head of Strategic & Impact Communications Tanoto Foundation, Deviani Wulandari, mengapresiasi keberanian para finalis dalam mengangkat berbagai persoalan sosial melalui medium film.

Ia berharap karya para sineas tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dan menciptakan dampak berkelanjutan.

“Saya sangat mengapresiasi para finalis yang sudah kerja keras menyampaikan satu isi dan berbuat baik sehingga bisa diketahui lebih luas. Kami berharap ini tidak berhenti di sini, dan berharap tidak hanya di Indonesia,” pungkas Deviani.

Daftar Pemenang Inspiring Indonesia 2026

Berikut daftar penghargaan yang diraih dalam Regional Screening & Awarding Inspiring Indonesia 2026:
• Best Micro Film: “Ruang Antara” – Feugee
• Best Micro Film: “memBEKAS” – Heru Purwanto

• Best AI Film Award: “Pulang (Homecoming)” – Dika Karan
• Best Project Award: Rancage – IPB University
• Honourable Mention: “Nyanyian di Angkringan” – Shafiyah Aida, produser Yansen Emanuel Irawan

Para pemenang selanjutnya akan melanjutkan perjalanan ke tingkat Asia dalam rangkaian Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 dan berpeluang tampil pada Grand Final di Manila, Filipina.