Iyus Jenius Tayang Hari Ini, Gandhi Fernando Dobrak Dominasi Film Horor dengan Genre Anak

Yuri Setiawan
5 Min Read

Jakartashowbiz.com – Film musikal keluarga Iyus Jenius resmi tayang serentak di bioskop Indonesia mulai hari ini, Kamis (10/9/2026). Film yang diproduseri, disutradarai, sekaligus ditulis oleh Gandhi Fernando tersebut hadir membawa warna berbeda di tengah dominasi film bergenre horor di industri perfilman Tanah Air.

Gandhi Fernando yang selama ini dikenal sebagai aktor kini memperluas kiprahnya di balik layar. Melalui Iyus Jenius, ia ingin menghadirkan tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyelipkan pesan edukatif dan inspiratif bagi anak-anak.

Keputusan menggarap film musikal anak berangkat dari kegelisahan Gandhi melihat keberagaman genre film Indonesia yang masih perlu diperluas.

Baca juga: Ruben Adrian dan Agus Kuncoro Terpukul Saat Garap Film Istimewa, Belajar Bersyukur dari Anak-Anak Luar Biasa

“Aku pengin melawan arus dengan membuat genre film yang saat ini jarang banget dibuat. Meskipun aku sendiri tetap memproduksi film horor, aku merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda,” kata Gandhi Fernando.

Menurut Gandhi, keberagaman genre merupakan bagian penting dalam perkembangan industri perfilman Indonesia. Ia berharap Iyus Jenius dapat menjadi salah satu bukti bahwa film anak dan keluarga juga memiliki ruang untuk berkembang di bioskop Tanah Air.

“Harus tetap ada keberagaman di industri film Indonesia, dan Iyus Jenius adalah bukti nyata dari komitmen tersebut,” lanjutnya.

Kisah Iyus, Anak 10 Tahun yang Kehilangan Semangat Belajar

Iyus Jenius mengangkat kisah Iyus (Kevin Abadio), seorang bocah berusia 10 tahun yang kehilangan semangat belajar setelah sang ayah meninggal dunia akibat kecelakaan.

Tak hanya menghadapi rasa kehilangan, Iyus juga mengalami krisis kepercayaan diri dan perundungan. Kondisi tersebut membuat kehidupannya semakin sulit.

Titik balik terjadi ketika Iyus bertemu dengan sosok Babah T. Bob. Melalui musik, lagu, serta petualangan imajinatif, Babah T. Bob membantu Iyus kembali menemukan keceriaan sekaligus keberaniannya.

Cerita tersebut membuat Iyus Jenius tidak sekadar menawarkan hiburan untuk anak-anak, tetapi juga mengangkat tema keluarga, pendidikan, kepercayaan diri, hingga pentingnya menghadapi persoalan dengan keberanian.

Jadi Tribute untuk Mendiang Papa T. Bob

Selain menghadirkan cerita tentang dunia anak, Iyus Jenius juga menjadi tribute untuk mendiang Papa T. Bob, salah satu pencipta lagu anak yang karyanya populer di Indonesia.

Sejumlah lagu anak populer era 1990-an, seperti Diobok-obok, Jangan Marah, dan Katanya, kembali dihadirkan dalam film.

Lagu-lagu tersebut mendapatkan sentuhan aransemen musik yang lebih modern tanpa menghilangkan esensi dari karya aslinya.

Babah T. Bob, putra Papa T. Bob yang turut membintangi film ini, berharap Iyus Jenius dapat menjadi jembatan nostalgia bagi para orang tua sekaligus memperkenalkan lagu-lagu anak legendaris kepada generasi baru.

“Lagu-lagu Papa T. Bob sudah menjadi bagian dari masa kecil banyak orang tua di Indonesia. Mulai hari ini, kami mengajak para orang tua untuk membawa anak-anak mereka ke bioskop dan mengenalkan lagu-lagu legendaris ini lewat sajian cerita yang seru dan relevan,” ujar Babah T. Bob.

Iyus Jenius Tayang di Puluhan Bioskop

Meski tidak mendapatkan alokasi layar yang tergolong besar, Iyus Jenius tetap tayang di puluhan jaringan bioskop dan layar independen di berbagai daerah Indonesia.

Film ini dapat disaksikan di sejumlah lokasi Cinema XXI, CGV, Cinepolis, dan Platinum Cineplex. Selain itu, Iyus Jenius juga hadir di sejumlah jaringan bioskop independen, di antaranya FLIX Bekasi, Denpasar Cineplex, Golden Theater, NSC, KCM, SAM’S Studios, hingga Dakota.

Film musikal keluarga Iyus Jenius mulai dapat disaksikan di bioskop Indonesia pada Kamis, 10 September 2026.

Gandhi Fernando Ketagihan Garap Film Anak

Pengalaman menggarap Iyus Jenius membuat Gandhi Fernando dan Adnan Djani mengaku semakin tertarik untuk kembali menghadirkan film anak.

Gandhi mengakui bahwa membuat film untuk anak memiliki tantangan tersendiri. Mulai dari cerita, musik, karakter, hingga pesan yang ingin disampaikan harus mendapat perhatian khusus agar dapat diterima oleh anak sekaligus orang tua.

“Saat mengerjakan Iyus Jenius kami sadar ternyata membuat film anak memang menantang, tapi justru memberikan kepuasan yang berbeda. Rasanya ingin terus menghadirkan karya-karya yang bisa dinikmati seluruh keluarga sekaligus memberi nilai positif,” ujar Gandhi Fernando.

Senada dengan Gandhi, Adnan Djani menilai masih terdapat ruang yang luas untuk menghadirkan film anak Indonesia berkualitas.

Ia berharap Iyus Jenius dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak cerita yang dekat dengan kehidupan anak-anak Indonesia.

“Kami melihat masih banyak ruang untuk menghadirkan film anak Indonesia yang berkualitas. Semoga Iyus Jenius menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak cerita yang dekat dengan kehidupan anak-anak Indonesia,” kata Adnan.

Share This Article