Jakartashowbiz.com – Kristen Stewart menyampaikan kritikan keras terhadap isu kesetaraan gender di film Hollywood yang menurutnya dalam keadaan darurat. Bintang film Twilight itu resah dengan minimnya keterlibatan perempuan dalam produksi film berskala besar.
Itu disampaikan Kristen Stewart dalam pidatonya di acara Chanel’s 2025 Women’s Luncheon, beberapa waktu lalu. Dikutip dari People, perempuan 35 tahun itu mengaku sedih atas minimnya jumlah film yang dibuat oleh perempuan sepanjang tahun kemarin.
“Sangat menyedihkan jumlah film tahun lalu yang dibuat oleh perempuan. Bisnis kita sedang dalam keadaan darurat, Bung,” kata Stewart.
Baca juga: Mengenal Sosok Marsinah, Aktivis Buruh yang Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Stewart yang kini sedang sibuk mempromosikan film debut sebagai sutradara yang berjudul The Chronology of Water berbicara dengan penuh emosi tentang realitas pahit yang dihadapi pembuat film perempuan. Menurutnya perjuangan untuk menampilkan karya yang jujur tentang pengalaman seorang perempuan di Hollywood masih sangat berat.
“Rasanya mungkin cerita-cerita yang dibuat oleh dan untuk perempuan akhirnya mendapatkan tempatnya. Tapi sekarang saya bisa membuktikan betapa sengitnya perkelahian di setiap frame. Ketika kontennya terlalu gelap atau terlalu jujur, reaksi yang muncul sering kali berupa rasa jijik dan penolakan,” ujarnya.
Kristen Stewart lantas menyinggung kondisi emosionalnya saat berpidato. “Saya sedang PMS parah hari ini, tapi justru ini hari yang tepat untuk marah. Saya bisa makan podium ini,” tuturnya.
Dia juga menyoroti kemajuan yang sempat dirasakan perempuan dalam industri perfilman, saat ini justru sedang mengalami kemunduran signifikan.
“Kemunduran dari momen kemajuan kita yang singkat ini sangat menghancurkan. Sangat sedikit film tahun lalu yang dibuat oleh perempuan. Saya tidak berterima kasih kepada model bisnis klub laki-laki yang berpura-pura ingin bergaul dengan kita, padahal mereka menyedot sumber daya kita dan meremehkan perspektif kita,” katanya lagi.
Di akhir pidatonya, Stewart menegaskan pentingnya tanggung jawab bagi pembuat film perempuan yang sudah dapat kesempatan berkarya. “Kita yang beruntung bisa membuat film, punya tanggung jawab terhadap mereka yang akan datang,” tutup Kristen Stewart.