Jakartashowbiz.com – Bintang film Twilight, Kristen Stewart, blak-blakan soal realitas pahit yang terjadi di belakang layar industri film Hollywood. Dia menyebut ada perbedaan perlakuan yang mencolok untuk seorang artis di depan kamera dengan yang didapat seorang sutradara.
Dalam sebuah wawancara dengan The Times of London, yang dikutip Variety bertepatan dengan penyelenggaraan Sundance Film Festival 2026, Kristen Stewart yang baru saja menyelesaikan debut penyutradaraan film panjangnya berjudul The Chronology of Water, blak-blakan mengkritik diskriminasi gender dan kurangnya rasa hormat yang sering dialami oleh aktris perempuan. Baginya, perjalanan dari aktris menjadi sutradara memberikan pandangan baru yang tentang bagaimana orang-orang di industri film Hollywood memandang intelektual seorang perempuan.
“Aktris diperlakukan seperti sampah. Saya harus mengatakannya kepada Anda,” ujar Kristen Stewart.
“Orang-orang berpikir siapapun bisa menjadi aktris. Namun, pertama kali saya duduk untuk membicarakan film saya sebagai sutradara, saya berpikir, ‘Wow, ini pengalaman yang berbeda, mereka berbicara kepada saya seolah-olah saya adalah seseorang yang memiliki otak’,” sambungnya.
Baca juga: Alami Gangguan Kejiwaan, Paris Hilton Justru Anggap Sebagai Sumber Kekuatan
Pemain film Spencer itu juga menyoroti bagaimana industri sering kali ‘mendewakan’ peran sutradara secara berlebihan. Menurutnya, narasi itu sengaja dipelihara untuk tetap didominasi laki-laki di Hollywood.
“Ada anggapan bahwa sutradara memiliki kemampuan luar biasa yang tidak dimiliki orang lain, padahal itu tidak benar. Itu adalah ide yang terus dilanggengkan oleh laki-laki,” tuturnya.

Pandangan Kristen Stewart ini muncul setelah bertahun-tahun memperjuangkan proyek The Chronology of Water yang diadaptasi dari memoar Lidia Yuknavitch. Film ini mengeksplorasi tema-tema sensitif seperti seksualitas dan trauma, yang menurutnya adalah bentuk ekspresi diri.