Jakartashowbiz.com – Glitz Inclusive baru aja ngerayain ulang tahunnya yang pertama di Kuningan City Jakarta Selatan hari Sabtu (31/5/2025). Acaranya nggak main-main dan bukan cuma sekadar tiup lilin. Tapi jadi malam yang penuh ekspresi dari komunitas yang selama ini jarang dapet ruang.
Glitz hadir bukan cuma buat hiburan doang, tapi juga buat kasih tempat aman dan seru buat semua kalangan. Komunitas Tuli, penyandang disabilitas, sampai teman-teman yang identitasnya sering dianggap ‘berbeda’ semua dapet panggung.
Baca Juga:Â Ziva Magnolya Rilis Album Merangkai, Penuh Warna dan Rasa!
“Kami berdiri di titik ini bukan hanya sebagai tempat hiburan, tetapi sebagai simbol harapan dan perlawanan terhadap diskriminasi,” ujar Jeremy Christopher, Communication & Public Relations Glitz Inclusive.

Di acara bertema Let’s Sparkle Together! ini, vibe-nya beneran meriah sekaligus meaningful. Salah satu momen yang paling nyentuh datang dari Larajiva, grup penari Tuli asal Bali yang sukses bikin penonton merinding lewat tarian kontemporernya.
Tarian dari Larajiva jadi bukti kalau suara bukan satu-satunya bentuk komunikasi. Mereka bawain performa yang elegan dan powerful, nunjukin kalau ekspresi itu universal.
“Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya slogan mereka adalah jiwa dari apa yang kami lakukan di Glitz,” ujarnya.

Selain itu, ada juga pertunjukan musikal yang ceritain tentang perjuangan dan harapan. Nuansa emosionalnya dapet banget, bikin penonton mikir dan ngerasa lebih dekat sama cerita-cerita yang biasa disembunyiin.
Nggak ketinggalan, Drag Show Extravaganza juga tampil maksimal dengan warna-warni ekspresi gender yang bebas dan glam. Show ini bukan cuma soal kostum keren, tapi soal kebebasan berekspresi yang perlu dirayakan.

Glitz juga punya misi yang lebih besar dari sekadar seru-seruan malam itu. Mereka ngusung prinsip DEI (Diversity, Equity, Inclusion) dalam semua program, dari panggung sampai dapur.
Tim Glitz dilatih biar paham Deaf Culture dan Disability Awareness, jadi interaksi sama teman Tuli dan difabel beneran kerasa respek dan inklusif. Ini bukan soal basa-basi, tapi praktik nyata.
“Seluruh tim kami dibekali pelatihan soal Deaf Culture dan Disability Awareness,” kata Jeremy.

Nggak cuma itu, Glitz juga dukung poin-poin penting dari Sustainable Development Goals (SDGs), kayak kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi yang layak, sampai pengurangan ketimpangan sosial.
Berdiri di jantung Jakarta Selatan, Glitz Inclusive digagas sama De Moksha Hospitality Group yang emang udah punya pengalaman di dunia perhotelan dan hiburan. Tapi mereka nggak cuma bikin tempat fancy, mereka juga buka peluang kerja buat yang sering dikesampingkan.

“Kami mempekerjakan lebih dari 30 individu dari komunitas minoritas, terutama komunitas Tuli dan penyandang disabilitas,” ujarnya.
Dengan semua ini, Glitz buktiin kalau tempat hiburan bisa lebih dari sekadar tempat nongkrong. Mereka jadi ruang buat belajar, terhubung, dan saling ngerangkul.
Glitz Inclusive bukan cuma ngerayain setahun berdiri, tapi juga ngerayain semua perbedaan yang bikin kita manusia. Dan itu, jelas sesuatu yang layak dirayakan rame-rame.