Jakartashowbiz.com – Diva dunia, Jennifer Lopez berbicara soal masa-masa sulit yang sempat dialami selama hidup. Baginya, perceraian dengan Marc Anthony memberikan dampak emosional yang besar dan menjadi masa yang paling menyulitkan.
Dalam sebuah wawancara terbaru, Jennifer Lopez mengenang berakhirnya pernikahan mereka yang berlangsung tujuh tahun, sekaligus menceritakan bagaimana dia dan Anthony kini menjalani peran sebagai orang tua bagi anak kembar mereka, Max dan Emme.
Baca juga: Emma Watson Kabarnya Dikencani Konglomerat Asal Meksiko usai Foto Mesranya Beredar
Diketahui, Jennifer Lopez dan Marc Anthony menikah secara diam-diam di rumahnya, di Beverly Hills pada Juni 2004. Empat tahun kemudian, mereka dianugerahi anak kembar, Max dan Emme Muñiz.
Namun seiring waktu, hubungan mereka mulai diwarnai ketegangan. Akhirnya, pada Juli 2011, Lopez dan Anthony akhirnya mengumumkan perpisahan melalui pernyataan bersama, memulai proses perceraian pada April 2012, dan benar-benar selesai di Desember 2013.

Dalam wawancara dengan E! Online, Lopez mengaku masa setelah perpisahan menjadi periode yang beratm dia juga menuliskan kisah tersebut dalam memoarnya berjudul True Love.
Dalam buku itu, Lopez menceritakan momen ketika dia menyadari hubungannya tak lagi berjalan baik dan pernah mengatakan kepada Anthony bahwa mereka tidak lagi hidup seperti keluarga. Lopez juga mengungkap bahwa pada masa itu ia sempat kesulitan mencintai dirinya sendiri.
Baca juga: Britney Spears Ditangkap Polisi, Diduga Berkendara dalam Keadaan Mabuk
Meski menjadi masa sulit, Jennifer Lopez menyebut hubungannya dengan Marc Anthony saat ini sudah jauh lebih baik, terutama untuk urusan anak.
Kini, Max dan Emme telah berusia 18 tahun, dan menurut Jennifer Lopez, pengalaman masa lalunya justru membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat. Jlo juga menyebut bahwa dia tidak mau mengubah apapun dari masa lalunya karena punya andil membentuk dirinya seperti sekarang.