Jakartashowbiz.com – Festival Songkran yang identik dengan perang air dan menjadi perayaan setiap tahun di Thailand menjadi sorotan di penyelenggaraannya tahun ini. Alasannya, angka kematian yang tinggi akibat festival tersebut yang disebabkan oleh sejumlah kejadian.
Melansir dari laporan New York Post, tercatat lebih dari 191 korban jiwa dengan 951 kasus kecelakaan dan 911 orang luka-luka dalam tiga hari pertama perayaan Songkran 2026. Tragedi ini dipicu oleh banyak alasan, mulai dari kecelakaan lalu lintas, kasus mengemudi saat mabuk, hingga perilaku berkendara yang ugal-ugalan.
Pada hari pertama perayaan saja, tercatat 51 orang tewas dalam insiden lalu lintas. Berkendara dengan kecepatan tinggi menjadi penyebab utama kematian dengan angka persentase hampir 42 persen.
Berdasarkan data dari Road Accident Victims Protection Company, rata-rata kasus kematian akibat kecelakaan jalan raya di Thailand mencapai 38 jiwa per hari sepanjang tahun. Angka 51 orang yang tewas di hari pertama perayaan tentu memperlihatkan adanya lonjakan yang cukup drastis.
“Jumlah kecelakaan tertinggi terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 (waktu setempat),” lapor Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana setempat.

Tingginya korban jiwa akibat festival tersebut seolah berbanding terbalik dengan kampanye pemerintah yang sudah menggalakkan keselamatan di jalan raya serta memperketat aturan larangan mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Sebagai bagian dari pengetatan aturan selama festival berlangsung, The Nation melaporkan bahwa tujuh turis asal Prancis ditangkap karena perilaku yang dianggap mengganggu. Pada 12 April 2026, para warga asing tersebut diduga menghalangi arus lalu lintas dan didakwa atas tuduhan mengganggu ketertiban umum.
Baca juga: Ejaan Negara Thailand Berubah jadi Tailan Berdasarkan KBBI Versi Terbaru
Festival Songkran 2026 di Thailand berlangsung meriah pada 12-15 April 2026, ditandai dengan perang air masif di seluruh negeri, terutama di Silom Road, Bangkok, dan tradisi budaya di Ayutthaya. Sebagai bentuk perayaan, digelar pula festival musik seperti S2O Songkran Music Festival (pada 11-13 April) dan Siam Songkran Music Festival di Bravo BKK (pada 11-14 April).
Songkran festival sendiri merupakan salah satu festival air terbesar di dunia sebagai perayaan tahun baru tradisional di Thailand yang ditandai perang air di jalanan. Festival ini sejatinya diselenggarakan untuk melambangkan pembaruan dan awal yang baru, dengan tradisi perang air sebagai simbol pembersihan diri secara spiritual.