Jakartashowbiz.com – Industri musik di Korea Selatan siap membuat gebrakan besar di pasar global. Setelah sukses membawa artis K-Pop menembus pasar internasional, kini mereka bersiap menghadirkan event musik berskala besar yang digadang-gadang bakal menyaingi Coachella.
Hal itu digagas empat agensi besar industri hiburan di Korea Selatan yaitu HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment. Dalam laporannya, keempat agensi tersebut akan mendirikan sebuah perusahaan untuk menciptakan festival musik berskala internasional bertajuk Fan-omenon.
Baca juga: Jin Bicara Soal Kekurangan dan Kelebihannya Dibanding Member BTS yang Lain
Proyek Fan-omenon sendiri digagas oleh Park Jin-young, pendiri JYP Entertainment yang kini menjabat sebagai Ketua Komite Pertukaran Budaya Populer. Ia berambisi menciptakan festival musik masif yang mampu melampaui kemegahan Coachella di Amerika Serikat.
“Usaha patungan ini sedang dibahas sebagai bagian dari model kolaborasi untuk mengeksplorasi potensi ekspansi global budaya K-pop, termasuk K-pop, dalam skala global,” kata JYP Entertainment dalam sebuah pernyataannya dalam siaran Korea Joongang Daily.

Dalam laporan Business Post, HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment baru saja mengajukan laporan penggabungan usaha kepada Komisi Perdagangan Adil (FTC) Korea Selatan. Perusahaan patungan ini rencananya didirikan dengan pembagian saham yang sama rata di antara keempat agensi.
Sampai saat ini, struktur direksi maupun dewan komisaris perusahaan belum resmi ditetapkan. Namun, nama Fan-omenon disinyalir menjadi kandidat terkuat untuk identitas resmi perusahaan tersebut.
Baca juga: LE SSERAFIM Segera Hadirkan Album Baru, Siap Rilis Akhir Mei
Nama Fan-omenon sendiri merupakan gabungan dari kata fan dan phenomenon, yang melambangkan fenomena luar biasa yang dibentuk oleh kekuatan penggemar. Setelah resmi menjadi platform utama untuk mengeksekusi proyek ini, perusahaan tersebut dikanarkan akan berfokus pada perencanaan event pertunjukkan.
Festival musik K-Pop berskala global itu ditargetkan digelar pertama kali di Korea Selatan pada tahun 2027 dengan pengisi acara artis-artis dari keempat agensi tersebut. Nantinya, event tersebut akan berlangsung setiap tahun di bulan Desember, dan akan dibawa berkeliling dunia di tahun 2028.

Proyek Fan-omenon yang digagas agensi raksasa di Korea ini disebut sebagai langkah kongkret dari ambisi pemerintah setempat untuk memperkuat Kekayaan Intelektual (IP) pertunjukkan nasional. Pemerintah berkomitmen menjadikan K-Culture sebagai pilar industri masa depan Korea.
Jika benar terwujud, Fan-omenon diprediksi akan setara dengan festival-festival besar di berbagai belahan dunia seperti Lollapalooza di AS, Glastonbury di Inggris, serta Fuji Rock di Jepang. Proyek Fan-omenon diharapkan menjadi tonggak penting bagi industri K-Pop untuk memperluas pasar dan bertransformasi dari sekadar konser-konser tunggal para artisnya, menjadi festival berbasis penggemar terbesar di dunia.