Jakartashowbiz.com – Sam Smith membongkar kisah masa kecil yang cukup kelam sebagai salah seorang korban perundungan. Bahkan, akibat hal itu, Dia sampai harus menjalani operasi liposuction atau sedot lemak saat usianya masih 13 tahun.
Dalam wawancara di podcast Podcrushed, Sam Smith cerita kalau keputusan operasi itu diambil setelah terus-menerus jadi sasaran ejekan teman-teman di sekolah karena perubahan fisik. Meski ada alasan lain, tapi aksi perundungan yang dialaminya jadi salah satu pemicu utama.
“Saya menjalani operasi di dada saat berusia 13 tahun karena dada saya terus membesar,” ungkap Sam Smith, dikutip dari Straits Times.
“Ada banyak alasan kenapa operasi itu dilakukan. Tapi utamanya, saya benar-benar diejek habis-habisan. Saya tidak bisa berenang di sekolah dan berganti pakaian di ruang ganti adalah ‘neraka’ bagi saya,” sambungnya kemudian.
Baca juga: Seringai Segera Rilis Album Baru, Jadi Karya Terakhir Mendiang Ricky Siahaan
Pelantun lagu Stay With Me itu mengatakan jika orang tuanya saat itu mendukung penuh keputusan tersebut. Itu tak terlepas dari dampak besar yang dilihat mereka terhadapnya.
“Mereka tahu betapa hal itu menghancurkan rasa percaya diri saya,” ujarnya.
Sayangnya, prosedur operasi yang dijalani Sam Smith kala itu tak sepenuhnya berjalan mulus. Meski operasinya berhasil, tapi proses pemulihannyab ternyata memakan waktu yang cukup panjang. Bahkan, Dia harus mengenakan perban kompresi di dada selama berbulan-bulan.
“Saya seharusnya hanya memakainya selama sebulan, tapi akhirnya hampir setahun penuh,” kenangnya.
Sam Smith memang pernah cerita soal perjuangannya menghadapi isu citra tubuh sejak kecil. Penyanyi berusia 33 tahun ini mengungkapkan bahwa rasa nggak percaya dirinya sudah muncul sejak usia delapan tahun.
“Saat berusia 11 tahun, saya akhirnya pergi ke dokter karena rasa tidak percaya diri itu sudah memengaruhi suasana hati saya setiap hari,” ucap Sam Smith.