Jakartashowbiz.com – Semangat kolaborasi dan dukungan terhadap industri kreatif lokal mewarnai gelaran fun football yang diadakan oleh grup Grindboys yang digawangi oleh Gofar Hilman, Rico Lubis, dan Wancoy bersama komunitas penggemar setia mereka, Grindgank di F7 Mini Soccer, Cilandak, Jakarta Selatan pada Minggu (25/1/2016).
Baca Juga: Tanggal Pernikahan Rayn Wijaya dan Ranty Maria Akhirnya Terungkap
CEO Sinergi Adv Nusantara, H. Prama Tirta, menegaskan komitmennya untuk memajukan ekosistem clothing lokal melalui sinergi strategis bersama grup Grindboys yang digawangi Gofar Hilman, Rico Lubis, dan Wancoy.

Pertemuan ini menjadi momentum Prama untuk menyuarakan pentingnya kedaulatan industri sandang nasional. Sebagai rekan sekolah para personel Grindboys yang kembali bertemu setelah 25 tahun, Prama melihat ada visi yang sama untuk membawa brand lokal ke level yang lebih tinggi.
“Kita punya visi dan pandangan yang sama. Bukan buat pribadi, tapi gimana industri sandang atau tekstil nasional maju dan bisa berjalan. Apalagi ini semua punya merek; Mas Wancoy dengan Gledek, Rico dengan Reto, dan Gofar dengan Sekut-nya,” ujar Prama Tirta di di F7 Mini Soccer, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2016).
“Intinya silaturahmi, apalagi mau masuk bulan puasa. Kita bertiga memang concern sama clothing lokal dan UMKM agar hubungan ini makin erat,” timpal Wancoy.

Prama menekankan bahwa dukungan terhadap UMKM bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata produksi. Ia berencana memproduksi jersey khusus untuk komunitas Grindgank dengan standarisasi material dalam negeri.
“Nanti kita bikinin khusus untuk penggemar Grindgank dan Grindboys-nya sendiri. Dengan bahan lokal, yang jahit lokal, printing-nya juga lokal,” tegasnya.
Baginya, kemajuan industri tekstil adalah kunci pembukaan lapangan kerja secara masif di Indonesia. “Kita butuh jutaan loker (lowongan kerja). Kunci majunya industri sandang itu ada tiga: regulasi yang bagus, penegakan hukum, serta rasa cinta dan kesadaran terhadap produk lokal,” ucap Prama.

Lebih lanjut, Prama memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah pemerintah dan aparat penegak hukum yang mulai bertindak tegas terhadap peredaran produk impor ilegal yang selama ini mematikan pasar lokal.
“Sudah saatnya clothing lokal bangkit pasca penutupan produk impor ilegal. Kita apresiasi Pak Purbaya dan Pak Presiden yang sudah menutup, serta TNI-Polri yang melakukan penggerebekan besar-besaran di Bali,” jelasnya.
Prama mengakui bahwa kekuatan komunitas seperti Grindgank adalah aset besar untuk membangun rasa cinta pada produk lokal. Ia merasakan sendiri betapa besarnya loyalitas para penggemar yang bisa diarahkan untuk mendukung gerakan UMKM.
“Ini menimbulkan kesadaran dan rasa cinta. Grindgank ini penggemarnya luar biasa, saya ngerasain setelah podcast itu, ‘sektenya’ luar biasa. Intinya kita saling support antara sesama komunitas, teman-teman UMKM, dan teman-teman sepak bola,” kata Prama.
Senada dengan Prama, Gofar Hilman mengonfirmasi bahwa Grindboys akan terus mendukung kemajuan UMKM.
“Ditunggu rilisan-rilisannya di bulan puasa nanti. Pokoknya intinya kita saling support,” pungkas Gofar.