Sempat Direhabilitasi, Raffi Ahmad Ungkap Bahaya Narkoba di Hadapan Ribuan Pelajar

William Alvin
3 Min Read
Raffi Ahmad saat berbagi pengalamannya dan bahaya narkoba dalam Kemah Kebangsaan untuk mengingatkan ribuan pelajar akan bahaya barang haram tersebut di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (25/10/2025). Foto: Jakartashowbiz.com

Jakartashowbiz.com – Presenter kondang Raffi Ahmad secara blak-blakan membagikan pengalaman pahitnya terjerat kasus narkoba di masa lalu. Mengemban tugas sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi memanfaatkan momentum acara Kemah Kebangsaan untuk mengingatkan ribuan pelajar akan bahaya barang haram tersebut di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (25/10/2025).

Baca Juga:Ā Punya Kemiripan Cerita, Jourdy Pranata Excited Main di Film Si Paling Aktor

Di hadapan para siswa dan Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, suami Nagita Slavina ini mengaku bahwa keterlibatannya dengan narkotika berawal dari rasa penasaran dan pengaruh buruk teman-temannya. Insiden yang terjadi pada 27 Januari 2013 itu terjadi justru saat kariernya sedang berada di puncak popularitas.

Raffi Ahmad saat berbagi pengalamannya dan bahaya narkoba dalam Kemah Kebangsaan untuk mengingatkan ribuan pelajar akan bahaya barang haram tersebut di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (25/10/2025). Foto: Jakartashowbiz.com

“Dulu saya pernah menjadi korban. Saya dulu pernah dikasih untuk coba-coba, sampai saya pernah ditangkap (BNN). Saya itu karena itu ketidaktahuan,” kata Raffi Ahmad.

Setelah ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Raffi mengungkapkan dirinya tidak sampai dipenjara. Ia menjalani proses pemulihan di panti rehabilitasi Lido, Sukabumi, Jawa Barat, untuk melepaskan diri dari ketergantungan.

“Saya pernah dibawa juga sampai ke Lido, Pak Kepala. Di situ benar-benar… enggak enak! Pokoknya gak enak lah,” ucapnya.

Raffi Ahmad dan Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto saat memberikan keterangan kepada awak media dalam acara Kemah Kebangsaan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (25/10/2025).

Ia pun berpesan tegas kepada para pelajar untuk tidak sekali-kali mendekati penjara karena kasus apapun, terutama narkoba.

“Pokoknya kalian jangan sampai masuk penjara karena hal apapun, termasuk narkoba. Jangan coba-coba,” ucapnya.

Raffi menyoroti bagaimana para bandar dan pengedar narkotika kini semakin licik dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat, bahkan hingga ke kampung-kampung.

Menurutnya, modus peredaran pun semakin beragam, mulai dari bentuk permen, liquid vape, hingga air mineral, yang membuatnya semakin berbahaya bagi generasi muda.

“Nanti kalau terjadi apa-apa, narkoba itu cuma tiga ujung-ujungnya: ditangkap, rehabilitasi, atau mati. Betul kan, Pak Kepala? Udah enggak ada pilihan lagi,” jelasnya.

Menutup pesannya, Raffi Ahmad mengajak seluruh siswa untuk fokus mengejar prestasi dan tidak menjadikan narkotika sebagai jalan untuk terlihat keren. Ia menekankan dampak buruk narkoba yang dapat merusak kesehatan fisik dan mental, seperti membuat seseorang menjadi lambat berpikir dan tidak bersemangat.

“Ya kalian bisa telat mikir, bisa loyo, dan lain-lain. Jadi intinya kalian harus bisa keren karena prestasi bukan karena narkotika,” ujar Raffi Ahmad.

Share This Article