Jakartashowbiz.com – Kepedulian masyarakat Indonesia terhadap krisis kemanusiaan di Palestina tidak pernah surut. Di tengah suasana bulan suci, sebanyak 300 selebritas dan pesohor tanah air yang tergabung dalam komunitas Friends of Palestine (FoP) menggelar aksi nyata. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk bersosialisasi, melainkan demi satu tujuan besar: menyuarakan kemerdekaan dan membantu rakyat di Jalur Gaza yang hingga kini masih hidup di bawah bayang-bayang konflik.
Baca Juga: Lulus, Show Terakhir Amanda Sukma Sebagai Member JKT48 Berlangsung Akhir Maret Ini
Momentum solidaritas ini dikemas dalam acara bertajuk Grand Iftar Friends of Palestine yang diselenggarakan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3/2026). Ratusan figur publik dari berbagai latar belakang tampak hadir, memenuhi satu ruangan dengan semangat yang sama. Acara ini menjadi bukti bahwa para pemengaruh (influencer) memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan opini publik dan kepedulian sosial secara kolektif.

CEO FoP, Rayyan Abdallah, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas antusiasme para rekan artis yang hadir. Baginya, kehadiran ratusan figur publik ini merupakan simbol persatuan yang kuat dalam membela hak-hak warga Palestina. Ia menekankan bahwa misi utama dari perkumpulan ini adalah membangun kesadaran kolektif melalui jangkauan luas yang dimiliki oleh para pesohor tersebut di media sosial.
”Alhamdulillah, hal terpenting adalah persatuan para influencer dan selebriti. FoP memang berfokus pada advokasi dan membangun kesadaran tentang Palestina melalui mereka,” kata Rayyan Abdallah disela acara.
Lebih lanjut, Rayyan menjelaskan bahwa acara buka puasa bersama ini menjadi wadah konsolidasi bagi para pekerja seni agar memiliki langkah yang searah. Melalui payung Friends of Palestine, pesan-pesan kemanusiaan diharapkan dapat tersampaikan dengan lebih masif dan terorganisir kepada masyarakat luas di Indonesia.

”Buka puasa ini menyatukan semua influencer dan selebriti di bawah satu payung,” tambahnya.
Antusiasme peserta pun memuncak saat acara memasuki sesi lelang dan penggalangan dana spontan. Dalam waktu yang relatif singkat, semangat kedermawanan para selebritas membuahkan hasil yang signifikan. Total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai angka seratus tiga puluh juta rupiah, yang seluruhnya akan dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan di Palestina.
”Hadonasi insyaallah sekitar Rp 130 juta. Dan hasil donasi ini 100 persen buat rakyat Palestina, khususnya rakyat Gaza, untuk buka puasa di sana, insyaallah,” ucapnya.
Menyadari pentingnya kepercayaan publik, pihak FoP memberikan jaminan penuh mengenai akuntabilitas dana tersebut. Rayyan memastikan bahwa setiap rupiah yang terkumpul akan sampai ke tangan mereka yang membutuhkan di Gaza. Pihaknya berjanji akan merilis laporan resmi setelah bantuan tersebut terdistribusi di lapangan.
”Nanti insyaallah taala, setelah implementasinya selesai, semua dokumentasinya akan kami berikan ke media sebagai bukti,” ungkapnya.
Langkah penggalangan dana ini dirasa sangat mendesak mengingat situasi di Gaza yang masih jauh dari kata stabil. Meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata di beberapa titik, Rayyan membeberkan fakta bahwa penderitaan rakyat Palestina belum berakhir karena infrastruktur yang hancur dan ancaman kekerasan yang masih mengintai sewaktu-waktu.
”Kondisi Palestina masih sama. Walaupun di sana ada ceasefire gencatan senjata, tapi pengeboman masih terjadi, kehancuran masih ada. Alhamdulillah bantuan-bantuan kami bisa masuk dan rakyat Palestina masih memiliki ketahanan (resilience) yang luar biasa,” jelas Rayyan Abdallah.
Sementara itu, Bella Fawzi yang hadir sebagai perwakilan musisi sekaligus pencetus lagu ‘Tanah Para Nabi’, menyampaikan bahwa seni adalah alat perjuangan bagi mereka. Ia menegaskan bahwa para seniman tidak akan berhenti bersuara selama keadilan belum tegak di bumi Palestina, dan karya adalah cara paling efektif bagi mereka untuk menjaga isu ini tetap hidup.
”Kita sebenarnya sih pengen terus menyebarkan awareness ya, dan juga terus menyuarakan melalui karya. Karena kami sebagai musisi, yang kami bisa lakukan adalah ya melalui karya kami bersuara,” ujar Bella Fawzi.