Jakartashowbiz.com – Di balik penampilannya yang gahar, Dwayne Johnson alias The Rock ternyata pernah dibuat menangis oleh salah satu film yang dibintanginya. Menariknya lagi, film tersebut ternyata tak bisa dikatakan sukses di pasaran.
Dalam sesi ngobrol bareng Brendan Fraser di acara Actors on Actors milik Variety, Dwayne menceritakan betapa spesialnya film The Smashing Machine baginya. Meskipun film tersebut tidak meraih kesuksesan komersial yang besar, The Smashing Machine justru panen pujian setinggi langit dari para kritikus.
Puncaknya adalah saat film ini mendapatkan standing ovation selama sekitar 15 menit saat ditayangkan di Festival Film Venesia. Momen emosional itu sukses bikin Dwayne Johnson tak kuasa menahan air mata di depan publik karena terharu.
Baca juga: Sydney Sweeney Ungkap Cara Bertahan di Hollywood, Harus Siap dengan Penolakan
Bagi Dwayne Johnson, film The Smashing Machine bukan sekadar pekerjaan, tapi sebuah pembuktian diri yang selama ini dia cari. Ia merasa akhirnya bisa berkarya sesuai dengan apa yang benar-benar diinginkan dari hati, bukan sekadar memenuhi tuntutan pasar.
“Saya merasa The Smashing Machine mewakili ini, ‘saya sedang menjalani mimpi saya. Ini mimpi saya, bukan mimpi orang lain’,” ujarnya.

Bintang film Fast & Furious itu lantas menjelaskan perbedaan besar antara film tersebur dengan proyek lain yang dia pernah bintangi. Kalau biasanya ada banyak kepentingan bisnis dan pihak lain yang terlibat, film The Smashing Machine terasa sangat intim dan personal buat dirinya sendiri tanpa campur tangan kepentingan eksternal yang rumit.
“Proyek-proyek lain, saya suka mengerjakannya, tapi ada banyak entitas dan hal lain yang terhubung. Tapi Smashing Machine, itu murni saya, milik saya,” ujarnya.
Dan, saat tepuk tangan meriah terjadi di Venesia, Dwayne Johnson awalnya sempat berpikir kalau apresiasi itu juga ditujukan buat sutradara atau kru di balik layar. Tapi seiring momen itu berlangsung, dia sadar kalau pengakuan itu benar-benar nyata dan punya makna yang sangat besar bagi perjalanan kariernya.
“Saya hanya bisa berkata, ‘Ya Tuhan, ini upacara yang nyata. Dan ini berarti sesuatu’,” tuturnya.
Melihat apresiasi tulus dari orang-orang menjadi momen paling melegakam sepanjang karier profesionalnya. Film garapan Benny Safdie yang juga dibintangi Emily Blunt dan Ryan Bader ini memberikan kepuasan batin yang belum pernah dirasakan oleh Dwayne Johnson sebelumnya.
“Saya merasa belum pernah bisa menghela napas sedalam itu sepanjang hidup profesional saya,” pungkasnya.