Jakartashowbiz.com – Malaysia emang udah lama jadi pilihan favorit orang Indonesia buat berobat. Tapi ternyata, Sarawak, salah satu provinsi di Malaysia, punya segudang daya tarik wisata lain yang nggak kalah keren.
Hal ini disampaikan Sarawak Tourism Board (STB) dalam acara media gathering di Jakarta, Senin (9/12/2024). Director of Marketing (ASEAN & Domestic) Sarawak Tourism Board, Barbara Benjamin Atan bilang kalau tahun depan pihaknya menargetkan lebih banyak warga Indonesia berkunjung ke Sarawak.
“Tahun depan target kami 609 ribu orang Indonesia ke Sarawak. Tahun ini, sampai Oktober, ada 540 ribu Indonesian visitor,” katanya.
Baca juga: BTS POP-UP: SPACE OF BTS Resmi Hadir di Jakarta, ARMY Wajib Segera Merapat!
Sementara itu, Manager ASEAN Sarawak Tourism Board, Karmilla Kamaruddin bilang kalau kebanyakan pengunjung asal Indonesia datang dari Kalimantan Barat, dengan alasan utama health tourism atau berobat. Maka dari itu, untuk menarik lebih banyak turis sambil memperkenalkan potensi lain yang ada, Sarawak Tourism Board hadir dengan kampanye ‘Gateway to Borneo’.
Lewat kampanye ini, Sarawak di-branding sebagai gerbang utama ke Kepulauan Borneo yang mencakup Kalimantan, Sabah, dan Brunei. Ada lima pilar wisata yang diunggulkan Sarawak, yaitu budaya (culture), petualangan (adventure), alam (nature), kuliner (food), dan festival.

Sarawak emang punya banyak keunggulan yang bisa bikin turis betah, terutama kekayaan budayanya. Sarawak punya 34 kelompok etnis yang masing-masing menghadirkan tradisi, seni, serta kerajinan tangan yang khas. Bahkan, Kuching dinobatkan sebagai ‘World Craft City’ oleh World Craft Council.
Buat pencinta alam, Sarawak juga nggak main-main. Wilayah ini punya hutan hujan tropis yang luas dengan berbagai aktivitas seru seperti trekking, hiking, hingga eksplorasi gua-gua spektakuler. Salah satu yang paling terkenal adalah Taman Nasional Gunung Mulu, situs warisan dunia UNESCO, selain Taman Nasional Niah.
Nggak cuma itu, Sarawak juga dikenal dengan acara musik kelas dunia seperti Rainforest World Music Festival dan Borneo Jazz Festival yang digelar di Miri. Buat yang suka wisata budaya, ada perayaan Gawai Dayak dan perlombaan perahu tradisional Sarawak Regatta yang sayang buat dilewatkan.

Lokasi Sarawak yang strategis bikin destinasi ini makin menarik buat wisatawan Indonesia. Nggak heran kalau Sarawak jadi salah satu destinasi paling strategis di kawasan ini. Delain warga lokal Malaysia, Indonesia jadi penyumbang wisatawan terbanyak ke Sarawak, bareng Brunei Darussalam dan Filipina.
“Jadi tempat favorit (visitor dari Indonesia) adalah Kuching, itu dua jam dari Jakarta. Ada juga Miri, itu satu jam penerbangan dari Kuching. Dari Miri bisa ke Brunei dan balik lagi ke Jakarta,” jelas Karmilla.
Dengan semua keunggulan itu, nggak heran kalau Sarawak optimis bisa menarik 600 ribu wisatawan Indonesia tahun depan. Jadi, kapan nih mau jalan-jalan ke Sarawak?