Bukan Cuma Drakor, Bisnis K-Food Juga Laris Manis di Indonesia!

William Alvin
3 Min Read
Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Kalian pasti setuju kalau demam Korea di Indonesia itu enggak main-main. Eits, tapi ini bukan cuma soal musik atau drama, ya. Sekarang giliran kulinernya yang unjuk gigi dan sukses besar! Buktinya, delapan perusahaan kuliner Korea sukses bikin heboh dan borong tujuh nota kesepahaman (MoU) di pameran waralaba bergengsi.

Baca Juga: Willy dan Leon Dozan Comeback Bareng di Film “Dosa Terakhir”, Aksi Ayah-Anak yang Bikin Baper Sekaligus Tegang!

Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Korea Selatan bareng Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT) kembali berpartisipasi dalam “Pameran Waralaba & Lisensi Internasional Indonesia (FLEI)”. Acara keren ini digelar di Nusantara International Convention (NICE), PIK 2, Jakarta, selama tiga hari dari tanggal 10 hingga 12 Oktober.

Foto: Istimewa

Tahun ini, Paviliun Korea Terpadu dari aT jadi pusat perhatian. Gimana enggak? Mereka bawa segudang menu andalan yang auto bikin ngiler. Ada tteokbokki, gimbap, sampai ayam goreng krispi yang khas itu. Enggak ketinggalan juga menu kekinian kayak pizza dan kopi yang cocok buat semua kalangan. Biar makin seru, mereka juga ngadain sesi cicip-cicip gratis yang bikin booth mereka diserbu pengunjung.

Salah satu pengunjung yang antusias banget adalah Farhan. Dia ngaku sengaja datang lagi tahun ini karena pengalaman tahun lalu yang berkesan banget.

“Saya datang lagi tahun ini karena memiliki kesan yang baik terhadap perusahaan kuliner Korea yang saya lihat pada pameran tahun lalu,” ujar Farhan.

Foto: Istimewa

Dari sisi pebisnis, antusiasmenya juga enggak kalah tinggi. Dewi, seorang pembeli yang langsung tanda tangan MoU dengan perusahaan ayam goreng Korea, melihat peluang bisnis yang super cerah di pasar Indonesia.

“Sekarang hidangan Korea sudah menjadi menu yang disukai semua orang dan memiliki potensi pasar yang sangat besar,” ujar Dewi.

Pameran yang dihadiri sekitar 18.000 pengunjung ini membuktikan kalau K-Food punya daya tarik luar biasa. Bahkan sampai hari terakhir acara, booth Korea masih terus dipadati calon pembeli yang serius buat konsultasi bisnis, padahal acaranya udah mau selesai.

Foto: Istimewa

Lee Seung-hoon, Kepala Perwakilan aT Jakarta, juga menegaskan potensi besar pasar Indonesia. Menurutnya, demografi anak muda di sini adalah kunci utama.

“Indonesia memiliki populasi sekitar 300 juta jiwa dan merupakan salah satu negara termuda di dunia dengan rata-rata usia 29 tahun,” kata Lee Seung-hoon.

“Indonesia bukan hanya penting saat ini, tetapi juga memiliki potensi pertumbuhan terbesar di kawasan Asia Tenggara, sehingga dapat berkembang menjadi pasar utama di sektor kuliner,” pungkasnya.

Share This Article