Jakartashowbiz.com – Paul McCartney ikut serta dalam sebuah proyek album yang dibuat sebagai bentuk protes penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Inteligence (AI) terhadap karya musik. Mantan anggota The Beatles itu menyumbang sebuah lagu berdurasi hampir tiga menit yang seluruhnya hening.
Dilansir dari Far Out Magazine, Paul McCartney dilaporkan bergabung dengan sejumlah artis top lainnya untuk berkontribusi pada album Is This What We Want?. Album tersebut dijadwalkan rilis dalam format vinyl pada awal Desember mendatang yang juga mencantumkan nama-nama seperti The Clash, Kate Bush, Hans Zimmer, Billy Ocean, Cat Stevens dan Damon Albarn.
Baca juga: Josh Groban Gelar Tur Dunia Perdana dalam 10 Tahun, Siap Guncang Jakarta
Di album tersebut, lagu Paul McCartney diberi judul Bonus Track dengan menampilkan 55 detik desisan pita, diikuti 15 detik suara berderak, dan kemudian 80 detik kombinasi keduanya. Aksi ini merupakan bagian dari protes yang lebih luas terhadap rencana penggunaan AI dalam industri musik yang didukung oleh pemerintah Inggris.
Album tersebut pertama kali dirilis secara digital pada Februari lalu dan seluruh isinya hanya terdiri dari rekaman suara latar studio. Keuntungan dari penjualan album ini kabarnya akan disumbangkan ke badan amal Help Musicians.
Ini bukan kali pertama McCartney berkampanye melawan ancaman AI terhadap industri kreatif. Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Paul McCartney telah mengungkap kekhawatirannya terkait isu ini.
“Ada banyak musisi muda yang menciptakan lagu-lagu indah, tapi karya itu bukan jadi milik mereka. (Karena AI) Siapa pun bisa mengambilnya begitu saja,” kata Paul McCartney.