Namanya Tercatut Jadi Dewan Pembina AKSI, Fariz RM Akhirnya Buka Suara: Saya Belum Menyatakan Kesediaan

William Alvin
3 Min Read
Foto: Jakartashowbiz.com

Jakartashowbiz.com – Musisi senior Fariz RM akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan yang menyebutkan dirinya menjabat sebagai Dewan Pembina dalam sebuah organisasi pencipta lagu (AKSI).
Pernyataan Fariz RM tersebut juga dikonfirmasi okeh kuasa hukumnya, Deolipa Yumara. Lewat sebuah rekaman video klarifikasi, pelantun lagu Sakura ini ingin meluruskan posisi resminya agar tidak terjadi kesalahpahaman yang meluas di kalangan publik dan rekan seprofesi.

Baca Juga: Armada Rilis Lagu Semalam, Ada Kejutan di Sisi Vokalnya

Fariz RM secara tegas menyatakan bahwa meskipun dirinya mendukung pergerakan rekan-rekan musisi, namun secara administratif ia belum memberikan kata sepakat untuk bergabung dalam kepengurusan. Ia mengaku memang sudah diajak bicara dan diberikan tawaran, tetapi keputusan akhir untuk duduk di struktur organisasi belum pernah ia berikan secara resmi.

Foto: Jakartashowbiz.com

“Pertama, bahwa saya baru menerima tawaran dan amanahnya saja, tapi belum menyampaikan kesediaan saya untuk menjabat sebagai Dewan Pembina organisasi tersebut sebagaimana diharapkan,” ujar Fariz RM.

Penawaran amanah tersebut sebenarnya berkaitan erat dengan Kongres Nasional Pencipta Lagu yang berlangsung di Kementerian Kebudayaan pada 4 Maret 2026 lalu. Fariz memaklumi jika namanya muncul dalam pemberitaan karena ia termasuk salah satu musisi yang menyetujui hasil konsensus kongres mengenai perlindungan hak-hak komposer di Indonesia.

“Nah, hasil dari konsensus Kongres Nasional para pencipta lagu di tanah air yang berlangsung tanggal 4 Maret 2026 kemarin itu, memang saya setujui hasil konsensusnya. Dan mungkin itulah yang menjadi dasar dari pemahaman teman-teman di organisasi tersebut bahwa karena saya menyetujui, mungkin saya mau menerima tawaran amanah tersebut,” katanya.

Foto: Jakartashowbiz.com

Selain urusan jabatan, Fariz RM juga menyinggung tentang inti permasalahan di industri musik saat ini, yakni penggunaan karya cipta oleh pihak lain. Menurutnya, izin dari pencipta lagu adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar begitu saja. Ia menekankan bahwa etika dan rasa hormat kepada pencipta jauh lebih bernilai daripada sekadar urusan uang atau royalti yang dibayarkan tanpa permisi.

“Apalagi hanya disandingkan dengan ‘nggak apa-apa tanpa izin asal bayar’. Oh tidak, saya tidak sependapat. Karena izin tidak sama dengan uang. Seorang pencipta lagu seperti saya belum tentu mengizinkan karya saya untuk dinyanyikan oleh orang lain,” tegas Fariz RM.

Foto: Jakartashowbiz.com

Terakhir, Fariz menjelaskan alasannya mengapa ia tidak langsung menerima jabatan mentereng tersebut. Ia merasa posisi Dewan Pembina merupakan tanggung jawab yang sangat berat bagi dirinya. Fariz merasa kapasitasnya sebagai musisi masih perlu dipertimbangkan lagi agar tidak menjadi beban bagi pergerakan organisasi tersebut di masa depan.

“Dan saya cukup sangsi apakah saya mampu menjadi pembina? Apakah secara kapasitas saya sebagai pencipta lagu musik nasional yang biasa-biasa aja ini, apakah saya memang mampu untuk memberi pandangan yang membina kepada teman-teman para pencipta lagu di Indonesia,” pungkasnya.

Share This Article