Jakartashowbiz.com – Di era tahun 1990-an, grup band Nirvana dikenal sebagai ikon musik grunge yang sukses mempopulerkan genre tersebut. Tapi ternyata, di rentang waktu yang berbarengan dengan popularitas Nirvana, Diva pop Mariah Carey pun sempat memiliki album bernuansa grunge yang dirahasiakan dan siap dirilis setelah 30 tahun rampung dikerjakan.
Ya, tahun 2026 nanti, Mariah Carey kabarnya bakal merilis album grunge rahasianya yang bertajuk Someone’s Ugly Daughter secara resmi. Album ini kabarnya dibuat pada tahun 1995 dan sempat dianggap sebagai penyimpangan besar dari gaya musik pop-R&B yang selama ini melekat padanya. Akhirnya, waktu yang ditunggu penggemar soal sisi rockstar sang siva pop global itu akan segera terjadi.
“Sejak ia membocorkan tentang keberadaan album tersebut, penggemar sangat menginginkan album itu dirilis secara resmi dan tersedia di layanan streaming. Setelah bertahun-tahun melakukan pembicaraan santai tentang apa yang harus dilakukan, semua orang kini setuju album tersebut akan dirilis pada paruh kedua tahun 2026,” kata salah satu sumber dikutip dari The Sun.
Baca juga: Taeyong NCT Langsung Tur Asia usai Wajib Militer, Jakarta jadi Kota Spesial yang Dikunjungi
Sumber itu menyebut jika album Someone’s Ugly Daughter yang bakal merepresentasikan sisi grunge Mariah Carey sangat layak ditunggu dan bakal menjadi kejutan besar di industri musik global. “Ini jelas Mariah yang belum pernah Anda dengar sebelumnya,” lanjut sumber tersebut.

Sebelumnya, Mariah Carey sempat bercerita pada Matt Rogers di podcast Las Culturistas soal kemungkinan rilis album ini. Mariah terlihat frustrasi karena belum sempat merealisasikannya, meski dia sangat menginginkannya. Ia bahkan sempat berpikir untuk merilisnya secara independen.
“Itu album yang bagus. Oke, Anda akan mendengarnya. Saya benar-benar mendapatkan kehidupan dari itu,” katanya kala itu.
Di masa lalu, album grunge Mariah Carey kabarnya sempat dirilis terbatas dengan nama band samaran, Chick. Saat itu, vokal utama diisi Clarissa Dane, sementara Mariah hanya menjadi backing vocal dengan nama samaran D. Sue.

Dalam wawancara dengan Zane Lowe pada tahun 2020, Mariah mengungkap bahwa waktu itu petinggi label melarang keras proyek idealis ini karena kontrol industri yang ketat.
“Saya agak mendapat masalah karena membuat album ini karena saat itu, semuanya sangat dikontrol oleh kekuasaan yang ada. Saya tidak pernah benar-benar berpikir, ‘Oh, kami akan merilisnya.’ Tetapi kemudian saya berpikir, saya harus merilisnya. Saya harus melakukannya dengan nama samaran. Biarkan orang menemukannya dan sebagainya. Tetapi itu dihentikan,” ungkap Mariah Carey.