Makan Dark Chocolate Ternyata Bisa Bikin Memori Makin Tajam

Yuri Setiawan
3 Min Read
Ilustrasi dark chocolate. Foto: Freepik

Jakartashowbiz.com – Camilan yang sering dianggap sebagai guilty pleasure, khususnya dark chocolate, ternyata menyimpan manfaat luar biasa buat otak. Cokelat hitam bukan cuma lezat di lidah, tapi senyawa pahit alami yang ada di dalamnya terbukti bisa mempertajam memori.

Senyawa ajaib ini ditemukan dalam kakao, apel, beri, dan anggur merah. Menurut penelitian terbaru, kandungan ini bekerja dengan cara mengaktifkan sistem alarm internal otak.

Baca juga: Bocoran Orang Dalam, Cristiano Ronaldo Bakal Main di Film Terbaru Fast & Furious?

Dikutip dari New York Post menunjukkan fakta menarik soal flavanol, yaitu senyawa nabati kaya antioksidan. Saat diujicobakan pada hewan, asupan flavanol memicu lonjakan noradrenalin di otak mereka. Hormon ini juga punya peran krusial buat ningkatin fokus dan kewaspadaan. Hasil temuan yang dipublikasikan di jurnal Current Research in Food Science ini mencatat kalau hewan yang dikasih flavanol punya performa 30% lebih baik dalam tes memori dibanding yang nggak makan sama sekali.

Rahasia utamanya ternyata ada di rasa pahit atau sepat yang dirasakan saat menggigit cokelat hitam. Peneliti utama studi ini, Yasuyuki Fuji, menjelaskan bagaimana rasa tersebut memicu respons saraf yang penting.

“Flavanol memiliki rasa sepat. Kami berhipotesis bahwa rasa ini berfungsi sebagai stimulus, mengirimkan sinyal langsung ke sistem saraf pusat,” ujarnya.

Dark Chocolate
Ilustrasi dark chocolate. Foto: Freepik

Sensasi pahit yang muncul saat mengonsumsi dark chocolate diyakini mengaktifkan saraf sensorik yang langsung terhubung ke batang otak. Dari titik itu, bagian otak bernama locus coeruleus terstimulasi buat melepaskan noradrenalin. Proses inilah yang ngebantu pembentukan memori baru jadi lebih cepat. Temuan ini juga ngasih jawaban kenapa lansia yang pola makannya tinggi flavanol punya daya ingat yang lebih terjaga.

Meskipun tubuh mungkin cuma menyerap sedikit flavanol, Fuji menegaskan kalau konsumsi dalam jumlah wajar tetap worth it banget buat kesehatan jangka panjang. “Dengan demikian, asupan flavanol dalam jumlah sedang, meskipun bioavailabilitasnya rendah, dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup,” ujar Fuji.

Bukti ini memperkuat penelitian sebelumnya dari Frontiers in Nutrition di tahun 2017. Studi tersebut menganalisis kalau flavanol bermanfaat buat fungsi otak manusia, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Buat yang mau cari alternatif selain cokelat, Harvard Health Publishing menyebutkan kalau kandungan flavanol juga berlimpah ditemukan di apel, anggur merah, brokoli, tomat ceri, kacang-kacangan, kale, sampai bawang bombai. Tapi ingat, meski dark chocolate itu sehat, kalian harus tetap cek kandungan gula dan lemaknya biar nggak over calories.

Share This Article