Jenderal Sederhana dan Bersahaja, Yehu Wangsajaya Merubah Stigma Hedonisme Polri

Tak Berkategori

Jakartashowbiz.com – Siapa yang tak kenal dengan Brigjen Pol Yehu Wangsajaya Yehu Wangsajaya. Ia dikenal sebagai salah satu jenderal Polri yang sederhana yang tidak memperdulikan jabatannya. Ia menilai bahwa, sebagai pelayan masyarakat harus bisa menempatkan diri dan melayani masyarakat dengan baik.

Baca Juga: Tampil di Soundrenaline 2022, The Prediksi Hadirkan Konsep Boyband dan Panduan Suara

Baca Juga: Sebagai Warga Bekasi, Sheila Dara Kaget dengan Cuaca di London

Tentu sangat wajar jika Yehu Wangsajaya selalu viral di sosial media, karena kesederhanaannya itu. Di beberapa sosial media, seperti Twitter hingga TikTok namanya menjadi perbincangan publik. Bahkan, ada cuplikan video dari kanal YouTube Forum Keadilan TV dengan judul “Jenderal Bersahaja di Tengah Hedonisme Polri” mendapat sambutan baik dari warganet.

Dok. Pribadi

Video itu yang telah ditonton lebih dari 1,2 juta dan like lebih dari 21 ribu. Berbagai komentar positif menyebut sang Brigjen adalah mutiara terpendam di institusi Polri, jenderal dengan visi misi yang menakjubkan, sosok yang tegad dan humanis hingga oase di padang pasir.

Baca Juga: Mimpi Andrea Lee Terwujud Lewat Album “Cinta dan Kenangan”

Baca Juga: Tampil di Soundrenaline 2022, The Prediksi Hadirkan Konsep Boyband dan Panduan Suara

Ketika publik ramai disuguhkan gaya hedonisme para petinggi polri, sosok jenderal bintang satu ini menampilkan suatu yang kontradiktif karena dirinya yang jauh akan kemewahan. Selain hidup tanpa kemewahan, Yehu Wangsajaya juga tak segan menggunakan transportasi umum seperti MRT hingga Transjakarta dalam kesehariannya.

Dok. Pribadi

Kebiasaan itu sudah menjadi rutin dilakukan sejak Yehu Wangsajaya menjalani pendidikan di Jepang dan Amerika. Makanya, sampai sekarang kebiasaan itu masih ia jalani sampai saat ini. Bagi Yehu Wangsajaya, menggunakan angkutan umum lebih mudah, cepat, dan terhindar dari kemacetan. Tak cuma itu, rutin menggunakan transportasi umum agar ia bisa berbaur dengan masyarakat.

Dok. Pribadi

Perlu diketahui, Brigjen Pol Yehu Wangsajaya lahir di Cianjur, Jawa Barat dan telah berusia 55 tahun. Ia merupakan perwira tinggi dari lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1989. Yehu Wangsajaya juga menjadi salah satu perwira tinggi Polri yang banyak berkontribusi dalam perkembangan teknologi Polri.

Dirinya bahkan pernah bergabung dalam tim dan berkontribusi membangun dan mengaplikasikan Komputerisasi sebagai Ujian Teori SIM untuk pertama kalinya di Indonesia. Ia juga pernah menerapkan Aplikasi Riwayat Hidup Personil Polri (RHPP) Mabes Polri untuk pertama kalinya di Indonesia.

Dok. Pribadi

Selain itu, Brigjen Pol Yehu Wangsajaya pernah diundang ke Korea Selatan karena telah berhasil menciptakan Panic Button. Beliau juga pernah menciptakan quick respon yang telah terdaftar di MURI. Quick respon ini merupakan layanan yang bisa memanggil polisi dengan cepat di kondisi darurat.

Sehingga tak heran ia mendapatkan jabatan sebagai Kepala Sekretariat Kompolnas dan sekarang berperan sebagai Analisa Kebijakan Utama Manajemen Operasional ITWASUM Polri. Tak hanya itu, ia juga berhasil mendapatkan apresiasi sebagai Anggota Kehormatan pada Ikatan Ahli Informatika Indonesia dari Universitas Budi Luhur.

Dok. Pribadi

Berbagai prestasi dan inovasi untuk memajukan Polri telah ia capai. Namun ada hal menarik lainnya yang menjadikan Yehu Wangsajaya menjadi salah satu dari banyak sosok mutiara bagi Polri, yakni kehidupannya yang terbilang sederhana.