Gandhi Fernando Garap Novel Horor ‘Penunggu Rumah: Buto Ijo’, Cerita Rakyat Jadi Makin Serem

Yuri Setiawan
2 Min Read
Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Gandhi Fernando lagi-lagi bikin kejutan, tapi kali ini bukan lewat film, melainkan buku horor. Dia resmi ngerilis novel Penunggu Rumah: Buto Ijo bareng penulis Muthia Esfand.

“Menulis novel ini jadi pengalaman baru buat saya. Biasanya saya terlibat di balik layar film, tapi kali ini saya ingin menghidupkan cerita horor ini lewat tulisan,” ujar Gandhi Fernando dalam wawancara dengan awak media, Senin (12/5/2025).

Baca Juga: Poppy Sovia Ngaku Kayak Bercermin Lewat Peran Ibu Sri di Godaan Setan yang Terkutuk

Ceritanya sendiri diangkat dari urban legend yang udah nggak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, yaitu Buto Ijo. Urban legend ini sebelumnya juga udah dijadikan skenario film berjudul sama.

Foto: Istimewa

 

“Cerita tentang Buto Ijo punya potensi kuat buat dikembangkan ke berbagai medium,” katanya.

Bukan cuma sekadar cerita hantu biasa, Penunggu Rumah: Buto Ijo bakal ngulik tentang tokoh Srini, seorang janda yang hidupnya berubah drastis gara-gara diteror makhluk hijau misterius di rumahnya. Teror ini makin intens sampai Srini harus minta bantuan ke duo kakak-beradik content creator yang jago ngadepin hal mistis.

“Kita tumbuh dengan cerita-cerita rakyat seperti ini. Tapi bagaimana kalau cerita itu jadi nyata dan meneror kehidupan kita sehari-hari? Di situ letak seramnya,” beber Gandhi.

Foto: Istimewa

Gandhi ngaku kalau novel ini adalah langkah baru buat dia eksplor dunia storytelling di luar layar lebar. Meski udah kelar syuting filmnya bareng Celine Evangelista dan Valerie Thomas, Gandhi tetap semangat ngenalin cerita Buto Ijo lewat tulisan.

Sampul novelnya juga udah diperkenalkan ke publik dan sukses bikin pembaca penasaran. Dengan desain simpel tapi menyeramkan, cover-nya nunjukin tangan Buto Ijo yang lagi ngebuka pintu, seakan ngajak pembaca masuk ke dunia horor yang nggak main-main.

Cerita lokal yang diangkat Gandhi ini juga jadi bukti bahwa folklore Indonesia punya potensi besar buat dikembangin ke berbagai media. Baik lewat film maupun novel, kisah Buto Ijo tetap bikin bulu kuduk merinding.

Share This Article