Jakartashowbiz.com – Tahun baru, for Revenge hadir karya baru. Band rock alternatif asal Bandung itu resmi memulai 2025 dengan merilis EP akustik kedua bertajuk Sebelum Merayakan.
Mini album ini berisi lima track, termasuk tiga versi akustik dari lagu-lagu lama mereka, yaitu Sadrah, Penyangkalan, dan Semula. Ada juga dua lagu baru, Menunggu Giliran yang menggandeng Elsa Japasal, dan Kala Luka Berpesta hasil kolaborasi dengan Wira Nagara.
Baca juga: Penggemar Wajib Merapat, Richie Ren Bakal Konser di Indonesia
EP ini punya misi spesial sebagai prolog menuju album kelima mereka, Perayaan Patah Hati – Babak 2. Sesuai konsepnya, semua lagu di album ini diaransemen dalam format akustik, memberikan nuansa berbeda dari karya mereka sebelumnya.
“Album ini sudah digarap sejak Oktober 2024 dan memakan waktu sekitar tiga bulan. Dengan konsep akustik dan kolaborasi, tantangan kami dalam mengerjakan Sebelum Merayakan adalah lebih ke usaha mencocokkan karakter for Revenge dengan para kolaborator tersebut. Tapi, selain itu, semua proses berjalan dengan lancar dan siap dinikmati para pencinta musik,” ungkap Boniex Noer, sang vokalis dalam keterangannya.

Salah satu track paling ditunggu adalah Menunggu Giliran, yang merupakan bagian keempat dari tema besar “Stages of Grief” yang sebelumnya diperkenalkan lewat Sadrah dan Semula. Menurut Arief Ismail, gitaris for Revenge, lagu ini merepresentasikan fase “Depression” dalam tahapan kesedihan.
“Lagu Menunggu Giliran menggambarkan fase depresi, ketika seseorang kehilangan arah dan harapan karena duka. Tapi, di setiap baitnya, lagu ini seperti menuntun pendengarnya untuk menemukan sisa kekuatan dari keterpurukan,” jelas Arief.

Karena nuansa lagunya dirasa cukup kelam, for Revenge memutuskan untuk menggandeng Elsa Japasal. Bukan cuma karakter suaranya, Elsa Japasal juga dipilih karena dianggap punya bakat besar di dunia musik.
“Eca itu dikenal banget di generasi sekarang, tapi belum banyak yang tahu kalau dia juga punya potensi luar biasa di musik. Jadi, kami ingin mengeksplorasi potensi itu sekaligus memperkenalkannya ke pendengar kami,” papar Boniex.
“Bagian Boniex seperti mewakili ‘Gelap’, sementara suara Eca mewakili ‘Terang’. Kombinasi keduanya menciptakan kolaborasi yang menarik,” ucap Izha Muhammad, bassist for Revenge soal kehadiran Eca di lagu ini.

Selain Elsa, di EP ini for Revenge juga menyertakan kolaborasi dengan Wira Nagara di lagu Kala Luka Berpesta. Lagu ini terinspirasi dari buku Wira yang berjudul Diktiosom Anthophyta.
“Lirik Boniex dan sajak Wira di lagu ini dibuat saling bersahut-sahutan. Hasilnya, lagu ini punya mood yang lebih kelam dibanding kolaborasi sebelumnya,” kata Archims Pribadi, drummer for Revenge.

Archims menyebutkan, secara keseluruhan, EP Sebelum Merayakan punya pesan mendalam. “Kebahagiaan dan kesedihan selalu berjalan beriringan. Kami berharap mini album ini bisa menemani proses pendengar melewati rasa duka hingga akhirnya terpulihkan,” tutupnya.
EP Sebelum Merayakan dari for Revenge sudah tersedia di semua platform musik digital mulai 18 Januari 2025. Jangan sampai kelewatan!