Jakartashowbiz.com – Salah satu destinasi wisata favorit di Asia Tenggara, Bangkok diterpa kabar kurang menyenangkan menjelang puncak kedatangan wisatawan di malam pergantian tahun. Pemerintah kota setempat mengeluarkan peringatan dini soal polusi udara di Ibukota Thailand tersebut.
Berdasarkan laporan The Thaiger merujuk laporan resmi Pusat Informasi Kualitas Udara Bangkok, kadar PM2.5 atau debu halus yang bahaya buat kesehatan diprediksi bakal naik drastis seiring melemahnya sirkulasi udara selama periode libur panjang nanti. Menjelang momen malam pergantian tahun, kualitas udara di Bangkok dikabarkan akan semakin memburuk.
“Warga diimbau untuk tetap waspada dan memantau kualitas udara secara berkala, terutama pada malam hingga pagi hari ketika sirkulasi udara sangat lemah,” pejabat dari Pusat Informasi Kualitas Udara Bangkok.
Baca juga: Daftar Kota Terbaik di Dunia Versi Gen Z, Bangkok jadi yang Pertama
Berdasarkan laporannya, Pusat Informasi Kualitas Udara Bangkok menyebut jika kondisi udara kurang baik di sana terjadi di periode 26 Desember 2025 sampai 3 Januari 2026. Bahkan, mulai tanggal 28 sampai 30 Desember kondisinya bakal memburuk, dan mencapai puncaknya pada malam hari di momen pergantian tahun hingga pagi hari. Hal itu tak terlepas dari padatnya lalu lintas di sana, ditambah lagi pesta kembang api sehingga berpotensi memperparah tingkat polusi di udara.
Selain asap kembang api dan kendaraan bermotor, meningkatnya jumlah perjalanan selama libur panjang juga punya andil besar terhadap naiknya kadar polusi udara. Kabar baiknya, setelah tanggal 2 hingga 3 Januari, sirkulasi udara diperkirakan bakal membaik, dimana kadar polusi akan berangsur menurun secara perlahan.

Meski begitu, pemerintah Bangkok tetap minta wisarawan buat tetap berhati-hati dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara sedang buruk. Selain itu, kesadaran publik dan tindakan pencegahan pribadi dengan menggunakan masker itu sangat penting untuk meminimalkan dampak kesehatan selama periode Tahun Baru ini.
Pemerintah setempat juga berharap warga dan turis bisa bekerja sama dengan mematuhi imbauan yang ada demi kebaikan bersama. Dengan begitu, proses pemulihan kualitas udara bisa berjalan lebih cepat seiring dengan berakhirnya puncak aktivitas perayaan.