Angkat Hubungan Emosional Ibu dan Anak, Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis Siap Tayang Bulan Depan

Yuri Setiawan
5 Min Read
Peluncuran poster dan trailer film Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Rumah produksi Langit Pictures Indonesia resmi memperkenalkan film terbarunya berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Film bergenre drama keluarga itu mengangkat kisah emosional tentang hubungan ibu dan anak, pencarian jati diri, serta musik sebagai bahasa yang mampu menyampaikan perasaan yang selama ini sulit diungkapkan.

Disutradarai oleh Ferly Halim, film ini memadukan unsur berbagai unsur mulai dari family drama, coming-of age, dan musik dalam sebuah cerita yang dekat dengan realitas kehidupan banyak orang di Indonesia. Dengan latar Kota Semarang yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, film ini menghadirkan pengalaman sinematik yang hangat sekaligus menyentuh.

“Film ini mengangkat realitas yang sering terjadi dalam hubungan ibu dan anak. Bukan karena keduanya tidak saling mencintai, melainkan karena adanya perbedaan cara berkomunikasi yang kerap menimbulkan kesalahpahaman. Terkadang, bahkan hal sesederhana intonasi atau cara penyampaian dapat membuat ibu dan anak salah memahami satu sama lain. Ibu merasa anaknya tidak patuh, sementara anak merasa ibunya tidak menyayanginya,” kata Ferly Salim yang bertindak sebagai sutradara.

Baca juga: Debut Irish Bella jadi Eksekutif Produser, Film Dosa: Penebusan atau Pengampunan Akhirnya Tayang di Bioskop

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis berkisah tentang Dika (Ari Irham), seorang remaja yang tumbuh dengan perasaan tidak pernah cukup di mata ibunya, Dini (Shanty). Dini adalah seorang ibu yang mencintai anaknya namun dibayangi trauma masa lalu.

Di tengah konflik dan kesalahpahaman yang terus berkembang, Dika menemukan tempat untuk menjadi dirinya sendiri melalui musik bersama teman-temannya. Sebuah lagu kemudian menjadi jembatan yang mempertemukan kembali hati ibu dan anak.

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Peluncuran poster dan trailer film Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Foto: Istimewa

Melalui film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly ingin menyampaikan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci untuk menciptakan suasana rumah yang damai, hangat, dan harmonis. Selain itu, film ini juga menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi jembatan yang menyatukan hubungan yang sempat merenggang.

“Dalam cerita, musik hadir bukan hanya sebagai elemen hiburan, tetapi juga menjadi bahasa yang mampu menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan melalui kata-kata,” katanya.

Baca juga: Tak Sekedar Berakting, Ayu Azhari Turut Kontribusi di Balik Layar Produksi Film Suamiku Lukaku

Dari sisi pemain, Shanty mengaku memiliki keterkaitan dengan benang merah cerita yang ditawarkan oleh film Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Hal itu tak terlepas dari hubungan masa lalunya dengan sang ibu yang juga sempat mendapat penolakan ketika memutuskan untuk terjun ke dunia entertainment.

“Film ini emang kayaknya udah jodohnya. Kenapa saya mau main film ini, karena begitu baca skripnya, ini kejadian hidup saya tapi dibalik
Saya dulu dilarang jadi penyanyi sama ibu saya sampai saya bikin demo (rekaman) tapi ngumpet-ngumpet. Jadi aku tau banget POV (point of view) mama. Jadi begitu saya mainkan Dini, saya posisikan sebagai ibu saya dan Dika sebagai saya yang dulu,” jelas Shanty.

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Peluncuran poster dan trailer film Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Foto: Istimewa

Selain Ari Irham dan Shanty film ini juga dibintangi Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, Teuku Rizky, Annisa Kayla, Askara Halim, Sandy Andarusman, Didi Riyadi, dan sejumlah nama lainnya. Lewat film ini, Ferly Salim bersama Langit Pictures mengajak masyarakat, khususnya para anak, untuk menormalisasi dan membiasakan diri mengekspresikan kasih sayang kepada ibu.

“Sebagai anak, kita sering kali menganggap kasih sayang kepada ibu sebagai sesuatu yang sudah dipahami tanpa perlu diungkapkan. Padahal, ibu juga perlu merasakan dan mendengar bentuk kasih sayang itu secara langsung. Melalui film ini, saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani menunjukkan cinta kepada ibu selagi masih memiliki kesempatan,” ujar Ferly Halim.

Tak hanya menjadi elemen penting dalam cerita, musik juga menjadi kekuatan emosional film ini dengan hadirnya nuansa nostalgia melalui beberapa lagu populer Sheila On 7. Selain itu, film ini juga menghadirkan dua original soundtrack berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis dan Sahabat yang dibawakan oleh Keisha Alvaro bersama Sand Band. Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.

Share This Article