Jakartashowbiz.com – Jebolan ajang pencarian bakat bernyanyi, Keisya Levronka melanjutkan perjalanan bermusiknya lewat album Rombak. Jika sebelumnya dia lebih familiar dengan lagu ballad nan emosional, kini Keisya Levronka menggeser POV-nya dalam menyuarakan emosi ke arah yang berbeda.
Setelah menjadi ikon patah hati kaum Gen Z lewat lagu Tak Ingin Usai, di album Rombak Keisya Levronka tidak lagi hanya bercerita tentang luka lewat nuansa mendayu. Di album Rombak, Keisya Levronka memilih pendekatan musik pop-rock yang terinspirasi dari era kejayaan musik Indonesia tahun 2000-an, dengan nuansa gitar yang dominan, serta aransemen full-band yang lebih dinamis.
“Namun di balik perubahan tersebut, satu hak tetap tidak berubah, kejujuran emosional yang menjadi identitas sejak awal,” kata Keisya Levronka dalam keterangannya.
Baca juga: Raisa Cerita Soal Fase Berat saat Jadi Ibu Baru, Sampai Ingin Masuk RS Biar Bisa Istirahat
Untuk merepresentasikan isi dari albumnya, Keisya Levronka menggunakan lagu Aku Bukan Dia sebagai fokus utama dari album Rombak. Ditulis oleh Lafa Pratomo dan Paul Aro, lagu ini mengangkat sudut pandang seseorang yang menyadari bahwa dirinya tidak pernah benar-benar menjadi pilihan utama, karena hati pasangannya masih tertinggal di masa lalu.
“Lagu ini tidak berbicara tentang kehilangan secara langsung, tetapi tentang berada dalam hubungan yang sejak awal terasa tidak utuh,” kata Keisya Levronka.

Selain itu, lagu Tak Pantas Terluka (Lagi) juga hadir sebagai momen penting lain dalam album ini. Berawal dari versi balada yang lebih dulu dikenal, lagu ini mengalami transformasi setelah versi band-nya viral di media sosial. Respons tersebut kemudian melahirkan versi resmi yang kini hadir dengan energi yang jauh lebih besar, lebih berani, dan lebih cathartic.
“Emosi yang dulu terasa sendu kini meledak menjadi sesuatu yang lebih lantang, seolah bukan lagi sekadar merasakan luka, tetapi juga melawan dan melepaskannya,” tuturnya.
Secara keseluruhan, Rombak tidak hanya berbicara tentang perubahan musikal, tetapi juga tentang pertumbuhan personal. Setiap lagu di dalamnya membawa spektrum emosi yang lebih luas, dari refleksi, kehilangan, hingga perayaan diri.