Jakartashowbiz.com – Harry Styles mengungkap salah satu momen yang terjadi ketika neneknya, Beryl Styles meninggal dunia. Bukan cerita sedih, tapi mantan personel One Direction itu mengaku sempat tak bisa menahan tawa di tengah suasana duka yang ada.
Itu diceritakan Harry Styles saat hadir di siniar Royal Court milik influencer Amerika Brittany Broski. Di situ, dia menjawab berbagai pertanyaan dalam rangka promosi jelang perilisan album keempatnya, Kiss All The Time. Disco, Occasionally pada 6 Maret mendatang.
Baca juga: Shia LaBeouf Tak Ditahan dengan Uang Jaminan untuk Kasus Dugaan Penganiayaan Ringan
Dalam ceritanya, Harry Style mengatakan jika sang nenek meninggal pada tahun 2014, di usia 86 tahun. Menurutnya, semua berlangsung normal sampai ketika peti sang nenek menuju ruang kremasi, lagu bsrjuduo The Long and Winding Road milik The Beatles mulai diputar.
“Aku ingat berada di pemakaman nenekku, dan saat peti dimasukkan ke dalam tempat kremasi, terdengar ‘the long and winding road’, dan itu membuatku tertawa,” ujarnya.

Harry Styles mengakui jika tindakannya itu tak pantas dan bukan hal yang layak untuk dicontoh. Namun, di momen itu pikirannya justru beralih ke daftar lagu yang sebenarnya tidak tepat diputar untuk suasana duka.
“Rasanya sangat tidak pantas. Lalu aku mulai memikirkan lagu-lagu kremasi yang tidak pantas, dan aku jadi keterusan,” tambahnya.
Baca juga: Jisoo BLACKPINK harus Pakai Ratusan Kostum untuk Perannya di Serial Boyfriend on Demand
Tak sampai di situ, Harry Styles bahkan mengakui jika dirinya tertarik dengan gagasan ‘soundtrack kremasi’ dengan lagu yang tak biasa. Dia menyebut beberapa lagu sebagai contohnya, seperti Ring of Fire milik Johnny Cash, Relight My Fire dari Dan Hartman, serta Disco Inferno milik The Trammps.