Jakartashowbiz.com – Tahun 2026, layar bioskop Indonesia bakal dibuka dengan sebuah karya drama komedi keluarga yang hangat berjudul Suka Duka Tawa. Tayang di bioskop pada pekan awal tahun depan, film hasil kolaborasi BION Studios dan Spasi Moving Image itu mengajak penonton menertawakan luka-luka batin yang belum tuntas.
Suka Duka Tawa sekaligus menjadi debut film panjang sutradara Aco Tenriyagelli. Di film ini, Aco membawa pendekatan personal tentang luka batin yang diubah menjadi tawa dengan balutan stand up comedy.
“Lewat film panjang pertama ini, saya ingin bercerita tentang bagaimana luka bisa diolah lewat komedi,” ujar sutradara Aco Tenriyagelli.
Baca juga: Duta Sheila On 7 jadi Kejutan di Konser Penutup Good Morning Everyone di Yogyakarta
Cerita film Suka Duka Tawa berpusat pada tokoh Tawa (Rachel Amanda) dan lingkungan stand up comedy yang menjadi media penyembuhan trauma. Namun, inti emosional film ini terletak pada interaksi Tawa dengan Ibu Cantik (Marissa Anita) dan Keset (Teuku Rifnu Wikana) yang menggambarkan drama keluarga penuh kesalahpahaman.
“Menurut saya, Tawa mewakili banyak anak yang tumbuh dengan kehilangan sosok ayah. Harapannya, film ini bisa menghadirkan momen yang personal dan membuat penonton tertawa dan terharu di saat yang bersamaan,” lanjut Aco.

Sementara itu, Rachel Amanda yang menjadi pemeran utama merasa karakter Tawa memiliki kedekatan emosional dengan banyak orang. Tak hanya itu, karakter-karakter lain yang ada di film ini juga merepresentasikan hal yang biasa terjadi di keseharian.
“Semua karakter membawa emosi yang sangat manusiawi, dari marah, kecewa, dendam, sampai ke titik mencoba membuka pintu maaf. Aku berharap penonton tidak hanya terhibur, tapi juga keluar bioskop dengan perasaan yang berbeda setelah menonton,” kata Rachel Amanda.

Selain Rachel Amanda, Marissa Anita dan Rifku Wikana yang menjadi satu keluarga, film Suka Duka Tawa juga didukung oleh sejumlah nama sepertu Bintang Emon, Enzy Storia, Arif Brata, dan Gilang Bhaskara, Abdel Achrian dan Mang Saswi. Produser Tersi Eva Ranti mengungkapkan keyakinannya jika fulm ini mampu mengaduk emosi penonton dengan cara yang spesial.
“Rekam jejak Aco lewat film pendek, video musik, hingga serial menunjukkan karakter karyanya yang kuat dan berbeda. Film ini menunjukkan kepekaannya dalam bercerita memberi ruang bagi penonton untuk tertawa, terharu, dan merefleksikan luka masing-masing,” ungkapnya.
Sebelum naik layar bioskop, film ini sudah mendapatkan sambutan positif di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan sesi screening dadakan di Depok. Buat yang penasaran, Suka Duka Tawa akan mulai tayang serentak pada 8 Januari 2026.