Relate dengan Gen Z, Film Suka Duka Tawa Angkat Isu Soal Hubungan Anak – Orangtua

Yuri Setiawan
4 Min Read
Film Suka Duka Tawa hadir di JAFF Market 2025. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Film Suka Duka Tawa sukses menggelar Live Press Conference di hari terakhir JAFF Market. Film persembahan BION Studios dan Spasi Moving Image ini menjadi debut penyutradaraan film panjang bagi Aco Tenriyagelli yang mengangkat isu soal hubungan anak dan orangtua.

Film ini mengangkat dinamika hubungan anak dan orang tua, tentang Tawa, seorang komika yang merintis karier dengan menjadikan trauma masa kecilnya sebagai materi stand-up. Aco mengungkapkan bagaimana konflik batin Tawa saat bapaknya yang dulu pergi meninggalkannya, tiba-tiba muncul kembali.

“Di film ini mengeksplorasi trauma yang dialami Tawa sejak kecil, dan aib dari bapaknya yang sejak kecil meninggalkannya menjadi materi Stand Up Comedy. Dari situ, Tawa menjadi terkenal, tapi juga kemudian ada konflik ketika bapaknya kembali ke kehidupan Tawa,” ujar Aco Tenriyagelli.

Baca juga: Imajinari Slate Announcement: Iqbaal Ramadhan jadi Copet, Ernest Prakasa Sutradarai Film Action

Dalam proses penggarapannya, Aco merasa sangat terbantu dengan dukungan penuh dari rumah produksi. Dia mendapatkan kebebasan kreatif untuk menuangkan idenya menjadi visual yang utuh.

“Memilih kolaborator yang tepat untuk idenya bisa tumbuh dengan baik dan benar itu menjadi salah satu tantangannya bagi sineas yang baru memulai produksi film panjang. BION Studios, yang menjadi bagian dari Visinema Group, dan dukungan dari Spasi Moving Image, memberikan ide saya bisa menemukan rumah yang tepat. Membuat prosesnya menjadi terasa mudah dan menyenangkan, meski prosesnya panjang,” ujar Aco.

Film Suka Duka Tawa
Film Suka Duka Tawa di JAFF Market 2025. Foto: Istimewa

Rachel Amanda yang memerankan karakter Tawa harus melakukan riset mendalam, termasuk menjajal panggung open mic sungguhan. Pengalaman ini memberinya perspektif baru tentang betapa sulitnya menjadi seorang komika yang harus mengubah luka personal menjadi tawa.

“Aco nyemplungin aku ke panggung Open Mic Stand Up Comedy. Sempat stres parah, tapi aku jadi punya respek yang jauh lebih tinggi tentang seni Stand Up Comedy. Dibutuhkan kemampuan menulis dan membangun cerita. Di sisi lain, ketika aku melakukan Open Mic, juga membantuku untuk menjadi karakter Tawa, bagaimana rasanya di atas panggung, menceritakan sesuatu yang personal dan hasilnya menjadi orang yang lucu. Aku jadi paham tentang lapisan jadi komika ketika menceritakan sesuatu yang sangat personal tapi bisa sangat ringan dan universal,” kata Rachel Amanda.

Film Suka Duka Tawa
Still Photo film Suka Suka Tawa. Foto: Istimewa

Sementara itu, Marissa Anita memuji kedalaman cerita yang dibawakan Aco. Menurutnya, Aco punya cara unik dalam memandang sebuah trauma keluarga.

“Dari pertama kenal, Aco, aku langsung suka. Di film ini, cara bercerita adalah sangat Aco. Aco punya banyak teman, dan setiap bertemu teman-temannya, dia selalu ceria. Namun di saat yang sama, Aco punya kedalaman yang luar biasa. Dia adalah sutradara yang unik,” kata Marissa Anita.

Poster Film Suka Duka Tawa
Poster Film Suka Duka Tawa. Foto: Istimewa

Gilang Bhaskara juga membagikan pengalamannya syuting bareng teman-teman komedian lainnya. Meski terlihat santai, proses di balik layarnya ternyata sangat serius dan menantang.

“Bisa dibilang ini adalah film yang keterlibatan adegan gue cukup banyak dan persiapannya cukup serius dan panjang. Meski gue bersama Arif Brata, Bintang Emon, dan Enzy Storia banyak bercandanya, tetapi kami sangat serius. Bahkan kami disediakan acting coach. Banyak banget hal baru yang gue pelajari dan ini menjadi sesuatu yang seru, menjadi playground gue,” ungkap Gilang Bhaskara.

Film Suka Duka Tawa terpilih sebagai Closing Film JAFF 2025 yang tiketnya langsung sold out dalam sehari. Sementara itu, film ini bakal tayang reguler di bioskop mulai 8 Januari 2026.

Share This Article