Ikang Fawzi Iringi Jenazah Marissa Haque ke Peristirahatan Terakhir dengan Penuh Haru

William Alvin
2 Min Read
Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

Jakartashowbiz.com – Jenazah Marissa Haque dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/10/2024), setelah sempat disemayamkan di rumah duka di kawasan Bintaro, Tangerang. Iring-iringan jenazah tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 15.35 WIB, dengan suasana penuh duka.

Baca Juga: Marcell Darwin Termotivasi Belajar Al-Qur’an Karena Anaknya Lebih Cepat Paham Agama

Ikang Fawzi, suami almarhumah, tampak setia mendampingi hingga peristirahatan terakhir sang istri tercinta. Matanya terlihat sembab, menandakan duka yang mendalam, namun ia tetap kuat ikut menandu jenazah istrinya menuju liang lahat.

Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

Kesedihan yang sama juga tergambar jelas di wajah kedua putri mereka, Isabella Muliawati Fawzi dan Chiki Fawzi, yang turut mendekap foto almarhumah saat mengiringi proses pemakaman.

Di tengah prosesi, Ikang Fawzi sempat terlihat limbung ketika hendak turun ke liang lahat untuk turut menguburkan istrinya. Seorang kerabat sempat menahan tubuh Ikang, yang tampak sangat ingin menguburkan jenazah Marissa sendiri. Setelahnya, Ikang mengumandangkan azan dan iqamah untuk terakhir kalinya di hadapan jenazah almarhumah.

Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

Petugas pemakaman kemudian melanjutkan tugasnya menutup liang lahat dengan tanah, diiringi pembacaan doa dan sambutan dari pihak keluarga. Ikang Fawzi juga memberikan sambutannya, meski harus berjuang menahan tangis.

Dalam sambutannya, ia mengenang perjuangan Marissa yang luar biasa dalam mencapai mimpinya, termasuk mendapatkan gelar profesor hingga napas terakhirnya.

Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

“Masya Allah, dia yahh wanita yang hebat. Dia berjuang mendapatkan gelar profesor hingga titik nafas terakhir. Kami saling memanggil love satu sama lain. Marissa, I love you, forever,” ucap Ikang dengan suara yang terisak.

Meskipun berat, Ikang mengungkapkan bahwa ia berusaha mengikhlaskan kepergian sang istri. Ia percaya bahwa cinta mereka telah terjalin karena Allah, sehingga ia harus ikhlas jika Tuhan memanggil istrinya lebih dulu.

“Tapi cinta kita, untuk seusia segini, cinta karena Allah. Jadi kalo Allah yang memanggil, harus ikhlas. Ya ikhlas. Mohon doanya jangan putus buat istri saya,” tutup Ikang dengan penuh haru.

Share This Article