Sukses Lancar Rejeki jadi Fenomena, Ini Rilisan Demajors yang Meledak di Tahun 2025

Yuri Setiawan
2 Min Read
Magdalena/Jakartashowbiz.com

Jakartashowbiz.com – Tahun 2025 sudah tersisa beberapa hari lagi. Sepanjang tahun ini, pecinta musik Indonesia disuguhkan dengan beragam rilisan yang sukses mencuri perhatian, salah satunya yang berada di bawah naungan Demajors. Di penghujung tahun ini, mereka pun merilis lima rilisan album terbaik yang sukses jadi fenomena di industri musik Indonesia.

Pertama, ada nama Sukses Lancar Rejeki lewat album debutnya yang berjudul Album Bisa Meledak!! Sebagai pendatang baru, trio punk asal Bekasi itu langsung jadi fenomena dengan lagu-lagu yang penuh energi, liar dan jujur. Merekam gairah yang melonjak dikala belajar, album ini dikerjakan selepas mereka pulang sekolah dan menggambarkan refleksi lingkungan sekolah dan sekitarnya dalam menjalani kesehariannya.

Baca juga: Gisella Anastasia Kepikiran Comeback ke Industri Musik, Mau Bikin Karya Duet Bareng Gempi

Selanjutnya, ada kolaborasi lintas genre antara Jason Ranti dan Dongker di album I don’t Know and I Dongker. Sebuah kolaborasi yang memiliki perbedaan yang cukup kontras menggabungkan gebukan drum cepat dan distorsi gitar khas Dongker dengan melodi dreamy dan lirik naratif ala Jason Ranti. Mengangkat seni rupa, lanskap kota yang familiar, serta keresahan dan romansa dalam kehidupan sehari-hari.

Band dream pop, The Cottons jadi daftar berikutnya lewat kesuksesan mini album bertajuk Harapan. EP Harapan berisikan 4 track, membuka musim baru The Cottons setelah absen selama hampir delapan tahun dari dunia musik sebelum kembali di pertengahan 2024.

Derw
Dere. Foto: Istimewa

Solois Dere masih daftar selanjutnya lewat album kedua yang berjudul Berbunga. Album ini berisikan 10 nomor lagu yang menjadi ruang ekspresi Dere untuk berbicara tentang cinta.

Terakhir, Nadhif Basalamah menutup tahun lewat album perdana yang sangat personal dan jujur menggambarkan fase awal kedewasaannya yang autentik. Album perdana dari Nadhif Basalamah ini berkonsep self-titled, merupakan refleksi dari perjalanan pribadi sang solois menggambarkan esensi musiknya yang jujur, tenang, dan autentik. Setiap lagu dalam album ini menceritakan fase-fase kehidupan yang dialami Nadhif, mulai dari kebahagiaan, kehilangan, kerinduan hingga renungan di tengah masa awal dewasanya.

Share This Article