Jakartashowbiz.com – Bintang pop asal Amerika Serikat, Sabrina Carpenter, menjadi salah satu yang sukses mencuri perhatian dalam perhelatan Coachella 2026. Kesuksesan dan popularitas yang diraihnya sekarang tak terlepas dari tur dunia Short n Sweet yang dijalaninya beberapa tahun lalu.
Diketahui, Sabrina Carpenter memulai debutnya di dunia musik sejak tahun 2015, hampir sekitar 10 tahun sebelum tur Short n Sweet yang berakhir di penghujung tahun 2025 kemarin. Menurut Sabrina, meski meledak lewat lagu Espresso yang dirilis tahun 2024, pengalaman bertemu penggemar secara langsung dalam tur dunia kemarin adalah momen yang benar-benar mengubah garis hidupnya secara permanen.
“Saya pikir, sejujurnya, tur yang saya lakukan tahun lalu, tur Short n’ Sweet, saya merasa itu benar-benar mengubah hidup saya. Itu adalah tur arena pertama saya. Itu adalah pertama kalinya semua orang benar-benar bisa hidup dengan lagu-lagu ini dan mendengar bagaimana suaranya terdengar keras-keras. Itu benar-benar karena tur tersebut dan para penggemar,” katanya dalam wawancara dengan majalah Perfect.
Baca juga: Muncul Teaser Kanye West Bakal Datang ke Jakarta, Bikin Penggemar Heboh
Sabrina Carpenter menambahkan, transisi tampil dari panggung kecil menuju panggung besar merupakan kejutan emosional yang luar biasa. Baginya, melihat ribuan orang menyanyikan lagunya memberikan kebahagiaan yang jauh lebih besar dari pencapaian data dari platform streaming.
“Sebagian besar apa yang telah mereka lakukan untuk mengubah hidup saya adalah dengan keberadaan mereka, dengan hadir di sana. Saya berutang budi kepada mereka,” imbuhnya.

Tur Short n Sweet sendiri berjalan lebih dari setahun dengan mengunjungi sejumlah kota di Amerika Utara hingga Eropa dengan tiket yang ludes terjual di hampir semua lokasi. Bagi Sabrina Carpenter, menjalani tur konser di tengah dunia yang serba digital memberikan sensasi tersendiri karena mendapat energi yang kuat dan langsung dari penggemarnya.
“Sedangkan saya merasa pertunjukan ini adalah tempat di mana Anda bisa merasakan begitu banyak energi di tengah kerumunan, di lautan manusia sebanyak itu. Ada begitu banyak cerita, dan ada begitu banyak jenis orang yang berbeda sehingga rasanya Anda benar-benar hidup,” pungkas Sabrina Carpenter.