Sabrina Carpenter Protes Lagunya Dipakai untuk Video Penangkapan Imigran di Amerika

Yuri Setiawan
2 Min Read
Sabrina Carpenter. Foto: Instagram/@sabrinacarpenter

Jakartashowbiz.com – Penyanyi Sabrina Carpenter secara terbuka meluapkan kemarahannya ketika tahu salah satu lagunya dipakai untuk musik latar video yang memperlihatkan penangkapan sejumlah imigran di Amerika Serikat. Menariknya, protes tersebut dilayangkan langsung Sabrina terhadap akun The White House yang terafiliasi dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Insiden ini bermula ketika pemerintahan Presiden Donald Trump menggunakan salah satu karya Sabrina dalam sebuah konten video di media sosial yang dianggap sangat kontroversial. Sabrina jelas tidak terima musiknya dijadikan latar belakang untuk video yang menampilkan aksi penangkapan oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).

Baca juga: Gahar di Panggung, Ello Tetap Peduli Penampilan dengan Rajin Skincare-an

Dalam video yang dibagikan oleh akun resmi Gedung Putih di X pada Senin (1/12) lalu, lagu hits Carpenter tahun 2024 berjudul Juno dijadikan sebagai musik pengiringnya. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana petugas imigrasi federal mengejar dan menahan sejumlah individu, sementara warga sekitar merekam kejadian menegangkan itu dengan ponsel.

Sabrina, yang merasa karyanya disalahgunakan, langsung bereaksi keras. Lewat akun X miliknya, penyanyi 25 tahun ini menegaskan bahwa dia tidak terima musiknya diasosiasikan dengan tindakan yang menurutnya kejam.

“Video ini jahat dan menjijikkan. Jangan pernah melibatkan saya atau musik saya untuk mendukung agenda tidak manusiawi kalian,” tulis SabrinaCarpenter.

Cuitan Sabrina Carpenter di X
Cuitan keras Sabrina Carpenter merespon penggunaan lagunya di video yang diunggah akun White House. Foto: Tangkapan layar X

Atas respon keras Sabrina Carpenter, pihak Gedung Putih justru memberikan ‘serangan balik’. Juru bicara mereka, Abigail Jackson, menolak untuk minta maaf dan malah menyindir Sabrina serta orang-orang yang mengkritik kebijakan deportasi tersebut.

Dengan kejadian ini, Sabrina Carpenter ‘resmi’ bergabung dengan barisan panjang musisi yang memprotes Trump. Dia kini berada di deretan musisi, termasuk legenda seperti Neil Young dan The Rolling Stones, yang menolak penggunaan karya mereka oleh pemerintahan Donald Trump.

Donald Trump sendiri sangat aktif memanfaatkan media sosial dengan iringan lagu populer untuk mempromosikan kebijakan agresifnya dalam memberantas imigrasi ilegal sejak Januari lalu.

Share This Article