Pengidap Diabetes Masih Bisa Puasa dengan Persiapan Khusus, Ini Kata Ahli

Yuri Setiawan
3 Min Read
Ilustrasi sakit diabetes. Foto: Freepik

Jakartashowbiz.com – Menjalani puasa di Ramadan nyatanya bukan hal yang mustahil dilakukan oleh pengidap diabetes. Meski begitu, persiapan matang dan pengawasan medis karena bisa memicu risiko kesehatan serius bila dilakukan tanpa pantauan. Hal penting yang bisa membuat pengidap diabetes tetap menjalani ibadah puasa dengan tenang adalah perencanaan pola makan, penyesuaian obat, serta pemantauan gula darah secara disiplin.

Dikutip dari Times of India, puasa dapat dilakukan dengan aman oleh banyak penderita diabetes selama aspek medis diperhatikan. Jadwal makan harus dirancang seimbang, asupan cairan dipastikan tercukupi, dan kontrol gula darah harus dilakukan secara berkala.

“Tidak makan atau minum dalam jangka waktu lama dapat mengubah kadar gula darah Anda yang dapat menyebabkan hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, atau bahkan masalah jika tidak ditangani dengan benar. Sebelum Anda memulai puasa, Anda harus menemui dokter. Memeriksa kadar gula darah Anda sendiri sangat penting, dan itu tidak membatalkan puasa. Memeriksa kadar gula Anda secara teratur membantu Anda mendeteksi penurunan atau lonjakan mendadak sejak dini,” kata Ketua Tim Departemen Nutrisi Klinis dan Dietetik Rumah Sakit Artemis, Dr. Anshul Singh.

Baca juga: Tak Harus Makanan Manis? Ahli Ingatkan Bahaya Gula Berlebih Saat Ramadan

Lebih lanjut, menurutnya, saat sahur penderita diabetes sebaiknya memilih makanan yang lambat dicerna tubuh seperti biji-bijian utuh, sayuran, telur, serta lemak sehat. Makanan tinggi gula dan garam sebaiknya dihindari karena dapat memicu lonjakan glukosa.

Sementara itu, saat berbuka, penderita diabetes dianjurkan makan dalam porsi kecil lebih dulu agar tubuh beradaptasi setelah berjam-jam tanpa asupan. Konsumsi gorengan dan makanan manis berlebihan juga perlu dibatasi untuk mencegah lonjakan gula darah pada malam hari.

Baca juga: Pola Makan Berubah, Begini Cara Siasati Kebutuhan Asupan Air Tubuh Selama Ramadan

Di sisi lain, Dr. Rajiv Kovil, Kepala Diabetologi dan Ahli Penurunan Berat Badan di Zandra Healthcare menjelaskan bahwa langkah pertama sebelum berpuasa adalah melakukan stratifikasi risiko. Penderita diabetes tipe 2 dengan kondisi terkontrol umumnya masih dapat berpuasa dengan panduan tertentu, namun pasien dengan komplikasi seperti penyakit ginjal, gangguan jantung, kehamilan, atau infeksi aktif sangat dianjurkan untuk tidak berpuasa karena risikonya lebih besar.

Dia juga menegaskan pentingnya penyesuaian dosis obat, terutama bagi pasien yang menggunakan sulfonilurea atau insulin. Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas kadar gula, bukan menurunkannya secara agresif.

“Mereka yang menggunakan sulfonilurea atau insulin memerlukan modifikasi. Dosis pagi biasanya dikurangi atau digeser ke malam hari untuk mencegah hipoglikemia selama periode puasa. Jika seseorang menggunakan sulfonilurea meskipun dosisnya rendah, seringkali lebih aman untuk beralih ke obat dengan risiko gula darah rendah minimal selama Ramadan,” ungkapnya.

Share This Article