Jakartashowbiz.com – Nabilah Ayu membagikan pengalaman tak terlupakan saat membantu pengungsi Palestina di Yordania. Mantan member JKT48 itu mengaku sempat dicurigai sebagai warga Palestina dan harus melewati pemeriksaan khusus yang menguji mentalnya.
Insiden itu terjadi ketika Nabilah melintasi perbatasan untuk menjalani misi kemanusiaan di lokasi pengungsian. Parasnya yang mirip dengan warga setempat membuat petugas keamanan sempat menaruh curiga.
“Pas sampai di sana, di perbatasan tuh aku sempat dikira orang Palestina. Mereka tuh kayak ngomong ke temannya gitu, kayak, ‘Palestina’, dia pikir aku orang Palestina,” kata Nabilah Ayu di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.
Baca juga: Cerita Tiara Andini Alami Pelecehan oleh Oknum Penggemar, Sampai Trauma
Tak hanya dicurigai, Nabilah mengaku dia sampai harus diinterogasi di sebuah ruangan khusus akibat hal tersebut. Beruntung, dia punya trik agar proses intetogasinya tak berlarut-larut dengan berpura-pura tidak bisa berbahasa Inggris.
“Ditanya nih, kayak aku bawa sajam nggak?, Terus aku bilang kayak, ‘em’ gitu, kayak aku pura-pura nggak bisa Bahasa Inggris sih, biar nggak ditanya terlalu dalam,” jelasnya.
Meski berhasil lolos, Nabilah Ayu mengatakan jika momen tersebut cukup menegangkan. Dia mengaku khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga mengganggu misi kemanusiaan yang menjadi tujuan awal mereka ke sana.
“Mental kita tuh benar-benar kayak lagi jadi lebih mendapatkan tekanan gitu. Jadi, memang ketakutannya tuh bukan yang kayak takut sama mereka ya, tapi takut akan hal-hal yang tidak terjadi itu muncul,” tuturnya.
Tapi, di balik insiden mengguncang mental yang sempat dialami, Nabilah mengatakan perjalanan tanggal 22 September hingga 5 Oktober 2025 itu menjadi momen spiritual yang sangat berharga. Diakui Nabilah pertemuan dengan para pengungsi di sana membuatnya merasa tertampar dengan kondisi yang ada.
“Ketemu mereka (para pengungsi) tuh yang mengubah kerangka berpikir aku, sungguh mengubah tujuan hidup aku lagi. Mereka dalam keadaan udah banyak kehilangan, tapi mereka tetap bertauhid kepada Allah. Itu yang membuat aku kayak merasa tertampar banget. Harusnya aku bisa lebih bersyukur lagi,” pungkasnya.