Jakartashowbiz.com – Salah satu mitos yang melekat di masyarakat Indonesia tentang pohon-pohon tertentu yang dianggap memiliki energi gelap diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Film berjudul Waru mengangkat tentang misteri pohon yang konon menjadi saksi bisu tragedi, bahkan menjadi pintu perlintasan makhluk tak kasat mata.
Film Waru bukan sekadar horor biasa, tapi dibalut dengan kearifan lokal dan kisah-kisah yang konon sering terjadi di masyarakat. Waru mencoba menghidupkan kembali cerita lama tentang larangan menebang pohon sembarangan, lokasi orang hilang, kesurupan massal, hingga kematian misterius yang sulit dinalar logika.
“Waru itu punya kanopi yang sangat lebar, membuat area di bawahnya gelap, sejuk, dan lembap. Kondisi ini dalam kepercayaan masyarakat sering diasosiasikan sebagai tempat yang nyaman bagi makhluk astral karena minim cahaya dan relatif sunyi,” ucap sutradara, Chiska Doppert.
Baca juga: Setelah Extraction: Tygo, Lisa BLACKPINK Kembali Digaet Netflix untuk Film Komedi Romantis
Secara garis besar, film ini bercerita tentang Lydia (Dewi Amanda) yang memberikan pesan terakhir kepada Nadine (Bella Graceva) untuk memusnahkan pohon terkutuk di kampung halamannya. Pohon itu dipercaya menjadi sarang jin jahat yang dikenal sebagai Iblis Waru.
Sayangnya, pesan itu awalnya hanya dianggap omong kosong orang sakit. Namun, kematian Lydia justru menjadi pemicu teror mengerikan yang menghantui Nadine, Adrian (Zikri Daulay), Anya (Jinan Safa), dan Haqi (Sean Mikhail).
Didorong rasa bersalah dan gangguan yang makin nyata, mereka akhirnya nekat mencari pohon terkutuk tersebut. Di sana, gangguan mistik kian menjadi-jadi, termasuk kemunculan sosok nenek gaib yang ternyata adalah perwujudan Iblis Waru. Situasi makin runyam saat mereka menemukan surat perjanjian pesugihan beraksara Jawa kuno yang mengungkap rahasia kelam Lydia.

Film Waru dibintangi oleh deretan aktor lintas generasi, mulai dari Josiah Hogan, Sharifah Husna, hingga aktris senior Yatti Surachman yang memegang peran krusial. Chiska Doppert menjanjikan pengalaman menonton yang tak hanya sekadar kaget-kagetan.
“Meski mengusung horor mitologis, Waru menekankan drama yang kuat, konflik emosional, dan plot twist tak terduga, menjadikannya bukan sekadar film horor, tetapi juga kisah tragis tentang manusia, dosa, dan warisan gelap yang tak pernah benar-benar mati,” ucap Chiska Doppert.
Film produksi kolaborasi Adglow Pictures, Suraya Film, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia ini siap menghantui layar bioskop mulai 12 Februari 2026.