Marcell Siahaan Ajak Merenung dengan Lagu Religinya, Menuju Cahaya

Yuri Setiawan
2 Min Read
Marcell Siahaan. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.comMarcell Siahaan kembali menghadirkan lagu bernuansa religi di Ramadan tahun 2026 ini. Setelah tahun 2024 mengeluarkan single berjudul Tawakal, kali ini Marcell merilis lagu Menuju Cahaya.

Sama seperti lagu religi yang sebelumnya, Marcell terlibat langsung mulai dari komposisi sampai aransemennya. Sementara itu, istri, Rima Melati Adams juga turut serta membacakan penggalan lirik berbahasa Inggris dalam lagu tersebut.

Baca juga: Ungkapan Cinta Nowela pada Papua Lewat Lagu MAMAE

Menuju Cahaya merupakan lagu tentang perjalanan batin manusia saat dia berhenti merasa menjadi pusat dan mulai melangkah menuju sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri. Inspirasi utama lagu ini berangkat dari konsep Tazkiyatun Nafs, yaitu proses pemurnian jiwa yang selaras dengan pesan Alquran dalam Surat Asy-Syams ayat 9-10 dan Surat Al- A‘la ayat 14, yang menegaskan bahwa keberuntungan sejati bukan datang dari pengakuan luar, melainkan dari keberanian membersihkan batin.

Diksi Cahaya dalam lagu ini tidak dimaknai sebagai simbol kesuksesan personal atau pencerahan instan, melainkan tujuan, sebagai sesuatu yang didekati, bukan dimiliki. Pemaknaan ini terinspirasi dari gambaran Cahaya Ilahi dalam Surat An-Nur ayat 35, sehingga liriknya tidak menonjolkan ego, melainkan menekankan proses melakukan suatu perjalanan.

Marcell Siahaan
Marcell Siahaan. Foto: Istimewa

 
Secara musikal dan lirik, Menuju Cahaya disusun dengan pendekatan minimalis dan repetitif. Pengulangan lirik berfungsi seperti doa. Namun, dari sisi musik Marcell memilih untuk membalutnya dengan instrumen elektronik dengan alasan tersendiri.

“Saya sengaja melahirkan lagu ini dengan aransemen yang sedikit berbeda, tentunya tanpa kehilangan ruh-nya, harapannya agar lagu ini bisa menjaring lebih banyak pendengar dari berbagai segmen yang lebih luas dan beragam,” bebernya.

Baca juga: Sammy Simorangkir Rayakan 20 Tahun Berkarya dengan Konser Megah di Jakarta

Pada akhirnya, Menuju Cahaya menjadi ruang perenungan tentang manusia yang menyadari keterbatasannya, melepaskan pembenaran diri, dan tetap memilih untuk berjalan perlahan namun jujur menuju Cahaya.

“Siapapun mereka bisa memaknai musik dan lirik dari lagu ini tanpa harus menunggu momen- momen tertentu. Pemurnian diri adalah proses yang layak dirayakan oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun.” tutupnya.

Share This Article