Lagu Republik Fufufafa Kental dengan Kritik Sosial, Slank Dianggap Kembali ke Setelan Awal

Yuri Setiawan
2 Min Read
Musik video Republik Fufufafa dari Slank. Foto: YouTube Slank Music

Jakartashowbiz.com – Grup band rock legendaris, Slank, memberikan kado manis untuk penggemar setianya di ulang tahun mereka yang ke-42 lewat karya baru. Berjudul Republik Fufufafa, Slank langsung sukses menjadi perbincangan karena seolah kembali ke setelan awal mereka yang lekat dengan kritik sosial.

Dari judulnya saja, lagu ini sudah mencerminkan pesan tersirat yang mendalam. Dari segi lirik, Republik Fufufafa memuat kritik sosial yang cukup gamblang tentang kondisi sebuah negeri yang digambarkan penuh persoalan, mulai dari penyalahgunaan kekuasaan, hingga dekadensi moral. Ditambah lagi, musik videonya memperlihatkan lima personel Slank berdandan ala Joker yang secara simbolis menunjukkan sisi ‘penjahat berdarah dingin’.

Tak lama setelah rilis, lagu Republik Fufufafa langsung sukses mencuri perhatian warganet. Slank dinilai sedang menyindir kondisi sosial yang sedang terjadi.

Baca juga: Macaulay Culkin Sebut Masa Remajanya Hilang Akibat Popularitas Home Alone

Energi yang dibawa di lagu ini lantas membuat sejumlah warganet teringat akan identitas Slank di era 90an yang sangat berani dan vokal melontarkan kritik sosial, yang dalam beberapa tahun belakangan seolah tak ditemukan di grup tersebut.

“Slank kembali menemukan jati dirinya,” kata salah satu warganet di akun YouTube Slank. “Ini baru slank yg aku kenal,yg gk berpihak kepada penguasa,semoga tetap begini,” timpal yang lain lagi.

Slank
Musik video Republik Fufufafa dari Slank. Foto: YouTube Slank Music

Tak cuma warganet, sejumlah publik figur yang lahir dan besar mengikuti perjalanan musik Slank pun tampak antusias. Kris Dayanti menuliskan, “WOW BEST mas mas!!!,” di sosial media Instagram Slank. Sementara itu, Anang Hermansyah dan sejumlah akun centang biru di Instagram menyematkan emoji api sebagai simbol kekaguman atas karya baru Slank kali ini.

Lagu Republik Fufufafa ditulis oleh Bimbim, drummer Slank. Sedangkan musik video untuk lagu ini disutradarai oleh Riandhani Yudha Pamungkas. Secara keseluruhan, lagu ini seolah menjadi jawaban Slank atas kritikan publik yang sempat menyematkan predikat ‘band istana’ dalam beberapa tahun belakangan.

Share This Article