Jakartashowbiz.com – Pesohor dunia, Kylie Jenner menghadapi masalah hukum setelah digugat mantan ART-nya, Angelica Vasquez. Tak main-main, kekasih Timothée Chalamet itu terseret sebagai salah satu tergugat dugaan tindak pelecehan, diskriminasi, dan pelanggaran ketenagakerjaan.
Dalam dokumen pengadilan yang diperoleh US Weekly, kejadian tersebut dialami Angelica Vasquez selama bekerja di kediaman bintang Kylie. Tak cuma Kylie Jenner, sejumlah pihak juga masuk dalam gugatan tersebut, antara lain perusahaan-perusahaan seperti Kylie Jenner Inc, Tri Star Services LLC, La Maison Family Services LLC, serta pihak lain yang masih belum diidentifikasi.
Baca juga: Muncul Teaser Kanye West Bakal Datang ke Jakarta, Bikin Penggemar Heboh
Berdasarkan dokumen ada, Angelica mengaku mulai bekerja pada September 2024 di rumah Kylie yang ada di Beverly Hills, sebelum kemudian dipindahkan ke kediaman lain di Hidden Hills. Dalam berkas gugatan, Angelica memaparkan berbagai perlakuan yang ia alami selama bekerja seperti suasana “penuh permusuhan dan pengucilan” dari sesama karyawan, serta mengalami “pelecehan berat dan berkelanjutan” saat bertugas di Hidden Hills.
Dalam gugatannya, Angelica juga menilai dirinya sering diberi tugas paling sulit dan tidak diinginkan, serta dipermalukan di depan rekan kerja berkaitan dengan ras, asal negara, dan agama. Bahkan, dia mengklaim para atasan kerap memperlakukannya secara tidak sopan, seperti menjentikkan jari dan berteriak, serta menuduhnya melakukan pelanggaran dengan cara yang merendahkan.

Tak hanya itu, Angelica juga mengaku diminta menyerahkan ponsel untuk diperiksa dan dituduh membicarakan hal negatif tentang rekan kerja. Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa kondisi kerja yang dia terkesan “toksik dan abusif” disertai komentar diskriminatif.
Angelica Vasque sendiri disebut sebagai perempuan asal El Salvador dan penganut Katolik. Dia mengaku sering diejek karena logat bicaranya dan diperlakukan lebih rendah. Ia juga menyatakan telah beberapa kali mengajukan keluhan, namun terkesan “diabaikan, diejek, atau tidak ditanggapi”.
Selain soal perlakuan, Angelica juga menyoroti masalah upah yang didapat. Dia mengaku tidak menerima bayaran secara penuh, termasuk lembur, serta tidak diberikan waktu istirahat dan makanan yang layak.
Baca juga: Anne Hathaway Terpilih jadi Wanita Paling Cantik Versi Majalah People
Akibat kondisi tersebut, Angelica mengaku mengalami gangguan kecemasan, stres berat, hingga gejala yang menyerupai gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Dalam gugatan, Angelica menyatakan mengalami kerugian emosional, kehilangan pendapatan, serta dampak dari diskriminasi, pembalasan, pelanggaran upah, dan pengabaian hak karyawan. Ia pun meminta agar kasus ini disidangkan oleh juri. Sayangnya, hingga saat ini, Kylie Jenner maupun perwakikannya belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut.