Kisah Nyata AS Kobalen Difilmkan, Hadirkan Perjalanan Hidup Penuh Inspirasi

Yuri Setiawan
4 Min Read

Jakartashowbiz.com – Perjalanan hidup AS Kobalen, seorang tokoh nasional yang dikenal dengan kisahnya bangkit dari keterpurukan, akan segera diangkat ke layar lebar melalui film berjudul The Impossible Journey. Film ini diharapkan dapat menjadi media penyampai pesan perjuangan hidup kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Dalam acara soft launching film sekaligus peresmian kantor Castle Film Production di Jakarta pada Sabtu (25/4/2026), AS Kobalen berbagi pandangannya tentang proyek ini. Ia mengaku tidak pernah menyangka kisah hidupnya akan difilmkan. Awalnya, ia hanya berniat menulis autobiografi.

Perjalan Hidup Fahmi Bo Ditulis ke dalam Autobiografi “The Journey Of Fahmi Bo: Revolusi Energi”

Politisi senior Partai Gerindra tersebut menambahkan bahwa menurunnya minat baca di kalangan generasi muda menjadi salah satu alasan utama mengapa kisah ini perlu diadaptasi menjadi film. “Film menjadi cara efektif untuk menyampaikan pesan, terutama tentang perjuangan hidup,” ujarnya.

Kobalen menceritakan masa lalunya yang penuh kesulitan, pernah menjadi pemulung, penyemir sepatu, bahkan hidup di jalanan. “Saya pernah makan dari sisa makanan di tempat sampah. Bahkan menunggu orang makan di restoran supaya ada sisa untuk kami,” kenangnya.

Keterbatasan ekonomi juga menyebabkan ia putus sekolah berkali-kali. Meski demikian, Kobalen menegaskan bahwa pengalaman pahit tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk bangkit.

Ia berharap film ini dapat meyakinkan masyarakat, terutama mereka yang berada di garis kemiskinan, bahwa masa depan ada di tangan mereka sendiri. “Film ini bukan untuk menampilkan saya sebagai sosok hebat, tapi agar orang percaya bahwa masa depan ada di tangan mereka sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyoroti fenomena generasi muda yang cenderung menginginkan hasil instan, padahal proses panjanglah yang membentuk karakter dan ketangguhan.

Kisah Emosional Disajikan dengan Alur Maju-Mundur

Sutradara Agus Hermansyah Mawardi, atau yang akrab disapa Agus “Pestol”, menyatakan bahwa film ini akan menyajikan perjuangan hidup yang emosional dan inspiratif. Kisah ini akan menyoroti perjalanan seorang pria yang “diinjak hingga ke dasar bumi, namun menolak untuk mati”.

Film ini akan menggunakan alur maju-mundur dan mengambil lokasi syuting di berbagai kota, termasuk Medan, sebagai tempat kelahiran Kobalen. Sebuah casting akbar juga akan diadakan di Medan untuk mencari pemeran masa kecil tokoh utama.

Dengan genre drama yang dibumbui sentuhan romansa kuat, Agus “Pestol” berharap emosi film ini akan terasa seperti film-film India yang mampu menyentuh perasaan penonton. Penayangan film ini ditargetkan pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027.

Bidik Pasar Global dan Platform OTT

Produser Stefanus Dimas mengakui tantangan dalam memasarkan film biografi, namun ia optimistis dengan nilai inspiratif yang terkandung dalam The Impossible Journey. Ia menargetkan film ini tidak hanya tayang di dalam negeri, tetapi juga menembus festival internasional, serta diakomodasi oleh jaringan bioskop seperti Cinema XXI.

Executive Producer Ike Suharjo menambahkan bahwa film ini menyasar pasar domestik dan internasional, dengan rencana distribusi hingga ke India, Pakistan, Malaysia, Eropa, dan Amerika Serikat, serta melalui platform OTT seperti Netflix. “Pesannya sederhana, bahwa kegagalan dan kemiskinan bukan alasan untuk berhenti,” ujarnya.

Film ini juga membawa misi sosial, termasuk memberikan akses bagi masyarakat kurang mampu untuk menontonnya.

Merdy Rumintjap, produser sekaligus sutradara, menekankan pentingnya industri kreatif untuk menghadirkan lebih banyak film inspiratif guna menyeimbangkan pola pikir generasi muda. “Keberhasilan itu berasal dari proses, bukan instan,” tegas Merdy.

Pihaknya berkomitmen untuk memproduksi lebih banyak film bertema serupa di masa mendatang.

 

Penulis biografi Robert Adi KSP, yang telah menulis puluhan buku biografi tokoh, termasuk legenda bulu tangkis Lim Swie King dan Andy F. Noya, menyebut kisah hidup AS Kobalen sebagai yang paling berat yang pernah ia tulis. Ia optimistis film ini akan mampu menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam bagi penonton.

Share This Article