Kembali ke Dunia Imajinasi Anak, Film Na Willa Siap Hangatkan Lebaran

Yuri Setiawan
5 Min Read

Jakartashowbiz.com – Lebaran selalu jadi momen spesial bagi industri film Indonesia. Setelah sukses besar dengan film animasi JUMBO, Visinema Studios kembali menyiapkan tontonan keluarga terbaru berjudul Na Willa.

Film ini dijadwalkan hadir sebagai sajian hangat di musim Lebaran, membawa cerita penuh imajinasi yang mengajak penonton merasakan kembali kegembiraan masa kecil. Film Na Willa ditulis dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy, yang kali menjajal tantangan baru dengan menyutradarai film live action untuk pertama kalinya.

Baca juga: Sukses Lancar Rejeki Rilis EP Spesial Ramadan, Judulnya Perang Sarung Gajah Moshing

Mengambil latar Indonesia era 1960-an, Na Willa membawa penonton menjelajahi kehidupan anak-anak melalui tokoh Na Willa bersama Geng Krembangan. Dari gang kecil, pasar tradisional, hingga lapangan luas tempat bermain layangan dan kelereng, film ini menghadirkan nostalgia yang hangat sekaligus penuh warna.

Lewat cerita tersebut, penonton dewasa diajak kembali mengingat kebahagiaan sederhana masa kecil, sementara anak-anak bisa ikut merasakan dunia yang penuh rasa ingin tahu dan imajinasi tanpa batas. Ryan Adriandhy menjelaskan bahwa kisah dalam film ini berangkat dari pengalaman universal yang pernah dirasakan banyak orang.

“Kita semua pernah jadi Na Willa. Kita semua pernah menjalani keseharian sebagai anak-anak dengan lingkungan di sekitar kita, orangtua, sahabat, atau rasa kangen sama teman yang tiba-tiba pindah. Hal yang begitu sederhana atau dianggap sepele bagi orang dewasa bisa jadi terasa begitu besar untuk anak-anak. Menurutku itu rasa yang universal. Perasaan rindu masa anak-anak itu akan relevan sepanjang masa. Na Willa akan mengingatkan kembali kebahagiaan sederhana di dunia anak-anak. Rasa penasaran, imajinasi, dan kegembiraan yang sering kita lupakan saat dewasa,” ujar penulis dan sutradara Ryan Adriandhy.

Na Willa
Konferensi pers film Na Willa. Foto: Poplicist

Di film ini, imajinasi anak-anak dihidupkan dengan cara yang unik, mulai dari ikan bandeng bermata banyak hingga berbagai pertanyaan polos khas masa kecil, seperti apakah benar ada orang bernyanyi di dalam ikan bandeng.

Film Na Willa diadaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaudiamo. Untuk memperkuat nuansa emosionalnya, Visinema kembali menggandeng trio musisi Laleilmanino yang menggarap original soundtrack berjudul Sikilku Iso Muni. Kehadiran lagu tersebut diharapkan bisa menjadi bagian penting dari pengalaman menonton, sekaligus membawa keceriaan yang terasa baik di dalam maupun di luar bioskop.

Film Na Willa sendiri menghadirkan jajaran pemain yang mencerminkan regenerasi talenta perfilman Indonesia. Beberapa nama yang terlibat antara lain Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya, hingga Ratna Riantiarno. Dengan kombinasi aktor anak, pendatang baru, hingga aktor senior, film ini diharapkan bisa menjadi tontonan keluarga yang hangat dan menyenangkan.

“Di Visinema Studios, kami percaya bahwa film keluarga bukan sekadar hiburan, tetapi ruang emosional tempat generasi bertemu, anak, orang tua, dan bahkan anak dalam diri kita. Karena itu kami berkomitmen untuk selalu hadir di momen Lebaran dengan cerita yang bisa dinikmati bersama di bioskop. Melalui Na Willa, kami ingin menghadirkan film yang hangat, imajinatif, dan relevan bagi keluarga Indonesia. Setelah melihat bagaimana JUMBO mampu memeluk jutaan penonton, kami juga melihat Na Willa sebagai langkah penting dalam membangun IP lokal yang kuat, berkelanjutan, dan dapat terus hidup bersama penontonnya. Industri film Indonesia membutuhkan lebih banyak cerita yang ramah bagi anak dan keluarga, cerita yang tidak hanya menghibur hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan banyak generasi.” ujar Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma.

Baca juga: Reality Club Gelar Pesta Perayaan 10 Tahun Bermusik dengan Konser Berskala Besar

Sementara itu, penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo, mengaku tersentuh melihat bagaimana kisah yang dia tulis berhasil dihidupkan kembali dalam versi film.

“Saya ingin orang tua, agar bisa mendengar suara anak-anak kita, kembali menciptakan kebahagiaan yang pernah kita rasakan waktu kecil dan menjadikannya milik anak-anak kita. Sambil menjaganya juga untuk kita sendiri, menyalakan semangat anak kecil di dalam diri kita,” ungkap Reda Gaudiamo.

Share This Article