for Revenge Rilis Album Perayaan Patah Hati – Babak 2, Ajak Masuk Fase Penerimaan

Yuri Setiawan
4 Min Read
for Revenge. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Band asal Bandung, for Revenge, akhirnya merilis album kelima mereka yang bertajuk Perayaan Patah Hati – Babak 2. Karya ini merupakan sekuel atau kelanjutan dari album sebelumnya yang dirilis pada 2022 lalu. Album ini hadir untuk melengkapi puzzle cerita seputar kehilangan dan proses bangkit yang selama ini menjadi ciri khas musik mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Dikerjakan sejak 2023, album yang memuat 14 lagu ini membawa pesan yang lebih dewasa. Vokalis for Revenge, Boniex Nur, menjelaskan bahwa jika album sebelumnya fokus pada rasa sakit kehilangan, kali ini mereka ingin mengajak pendengar untuk berdamai dengan keadaan.

“Jika album sebelumnya berisi tentang kehilangan, di album ini, kami mengajak pendengar untuk masuk ke fase penerimaan. Ada secercah cahaya terang yang kami bawa di antara cerita tragis yang kita alami. Ini juga sekaligus menguatkan ajakan ‘merayakan patah hati’ yang menjadi tema di single-single kami beberapa tahun belakangan,” katanya.

Baca juga: 8 Film Bioskop Indonesia dengan Jumlah Penonton Paling Sedikit Tahun Ini, Nggak Sampai 1000 Orang

Nggak sendirian, for Revenge menggandeng sederet musisi keren untuk berkolaborasi di album ini. Setelah sebelumnya merilis lagu bareng Wira Nagara, Elsa Japasal, dan Stand Here Alone, kali ini ada dua nama besar yang ikut bergabung, yaitu Vicky Mono dari DeadSquad dan grup musik Lomba Sihir.

“Untuk Vicky Mono (DeadSquad), beliau adalah kakak senior kami di skena musik Bandung. Kami mengenalnya secara personal sejak dia tergabung dalam unit metal Burgerkill. Vicky juga pernah menjadi model video klip kami di single Jeda. Sesuai karakter lagu Bernama Karma yang penuh amarah, rasanya Vicky adalah sosok paling tepat untuk memberi nyawa di lagu itu,” tutur Boniex.

for Revenge
for Revenge. Foto: Istimewa

Sementara itu, kolaborasi dengan Lomba Sihir dipilih untuk memberikan warna yang lebih ramai dalam salah satu track andalan mereka. Sinergi ini bermula dari pertemuan mereka di panggung konser sebelumnya.

“Saat kami pertama kali merampungkan materi lagu Selamat Merayakan, rasanya ada nuansa meriah yang hilang. Lomba Sihir jadi pilihan utama kami untuk menguatkan nuansa itu. Berawal dari kolaborasi kami di Konser Sang Derana, akhirnya berlanjut ke penggarapan single ini dan hasilnya sesuai dengan yang kami bayangkan,” tutur Boniex.

Baca juga: Finger Eleven Rilis Album Baru Setelah Satu Dekade, Lagu The Mountain Jadi Andalan

Boniex mengaku lega karena akhirnya album ini bisa dirilis setelah sempat tertunda dari rencana awal di tahun 2023. Meski ada jeda waktu tiga tahun, dia memastikan benang merah cerita masih terjaga rapi dengan sentuhan musikalitas yang lebih matang.

“Akhirnya kami bisa merampungkan album ini. Terlebih awalnya album ini direncanakan rilis tahun 2023, jadi sempat tertunda. Dengan jarak tiga tahun dari album sebelumnya, rasanya benang merah masih terjaga, namun banyak warna baru yang mengiringi pendewasaan bermusik kami,” ungkapnya.

for Revenge
for Revenge. Foto: Istimewa

Meskipun menggunakan judul Babak 2, album ini tetap bisa dinikmati tanpa harus mendengarkan yang pertama. Namun, untuk pengalaman emosional yang lebih maksimal, mendengarkan keduanya secara berurutan sangat disarankan.

“Tentu, album ini bisa didengarkan oleh siapa pun. Namun, rangkaian Perayaan Patah Hati akan terasa lebih dalam jika mendengarkan Babak 1 juga. Dua album ini menyajikan rangkaian cerita yang disusun layaknya fase kehilangan seorang manusia,” ungkap Boniex.

Album ini juga menandai langkah besar for Revenge karena menjadi album penuh pertama yang dirilis di bawah label Sony Music Indonesia. Ini menjadi bukti proses pendewasaan band yang sudah terbentuk sejak 2006 tersebut.

“Selamat menunggu, selamat mendengarkan, selamat merasakan, dan selamat merayakan patah hati bersama kami!,” pungkas Boniex.

Share This Article