Film Monster Pabrik Rambut Tayang Perdana di Berlinale 2026

Yuri Setiawan
3 Min Read
Film Monster Pabrik Rambut tayang perdana di Berlinale 2026. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Film terbaru karya penulis dan sutradara Edwin, Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) akan menggelar world premiere (tayang perdana) di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Ini menjadi ketiga kalinya film panjang Edwin tayang di salah satu festival film bergengsi tersebut.

Di Berlinale 2026, film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) akan tayang dalam program Berlinale Special Midnight. Berlinale Special Midnight adalah program khusus yang terdiri dari berbagai karya yang telah dikurasi, menampilkan karya-karya inovatif dari berbagai dunia, termasuk film-film genre.

“Bersyukur bisa menampilkan karya terbaru saya di Berlinale, dan kembali untuk ketiga kalinya film panjang saya ditayangkan di Berlinale. Berlin International Film Festival menjadi salah satu festival penting di dunia, dan ini menjadi awal yang baik bagi perjalanan film terbaru kami,” ujar penulis dan sutradara film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) Edwin.

Baca juga: Angkat Cerita Rakyat Nusantara, Legenda Bertuah jadi Program TV Pertama yang Diproduksi Pakai AI

Film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan memperkenalkan Luqman Hakim. Dalam International trailer yang dirilis, penonton akan melihat penampilan yang sangat berbeda dari Iqbaal Ramadhan, yang belum pernah ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.

Monster Pabrik Rambut
Film Monster Pabrik Rambut tayang perdana di Berlinale 2026. Foto: Istimewa

Secara garis besar, film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) bercerita tentang kehidupan Putri (Rachel Amanda), seorang perempuan muda yang terpaksa bekerja di pabrik rambut untuk melunasi utang ibunya, yang kabarnya meninggal karena bunuh diri.  Namun, adiknya, Ida (Lutesha), memiliki pendapat berbeda. Ida yakin ada hal-hal mistis yang mengelilingi pabrik itu, yang menjadi penyebab kematian ibunya.

Saat Putri dan Ida mulai bekerja siang malam di pabrik tersebut, mereka tidak hanya mendengar desas-desus tentang kejadian aneh, tetapi mulai menyaksikan sendiri hal-hal tak terjelaskan yang menimpa para pekerja di pabrik itu.

Baca juga: Zoe Saldaña jadi Aktris dengan Pendapatan Tertinggi Sepanjang Masa

Film ini ditulis Edwin bersama Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga. Diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) menjadi ko-produksi internasional antara Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis.

“Sebuah awal yang baik untuk Palari Films memperkenalkan film Monster Pabrik Rambut ke penonton internasional, apalagi di program Berlinale Special Midnight. Program yang bergengsi sekaligus aksesibel bagi penonton,” ujar produser Meiske Taurisia.

Berlinale sendiri bukanlah festival film internasional yang asing bagi Edwin dan
karya-karyanya. Sebelumnya, film panjang kedua Edwin, Kebun Binatang (Postcards from the Zoo, 2012) berkompetisi di program utama (Main Competition) Berlinale ke-62. Film Aruna & Lidahnya (2018) juga pernah ditayangkan di
Berlinale dalam program Culinary Cinema. Sedangkan film pendeknya, Trip to the Wound (2007) juga turut ditayangkan di Berlinale 2009.

Share This Article