Jakartashowbiz.com – Cukup lama menghilang dari skena pop punk, Still Virgin menandai comeback mereka ke hiruk pikuk musim dengan album baru. Tak sekedar karya baru, album bertajuk Still Virgin For Two Decades itu pun menandai kedewasaan mereka dalam bermusik.
Kembalinya Still Virgin ke studio untuk merekam album penuh setelah lebih dari satu dekade menjadi momen yang sangat emosional sekaligus menyenangkan bagi para personelnya. Atmosfer rekaman terasa seperti reuni panjang yang penuh energi baru.
“Senang banget bisa ngerasain vibes recording buat album lagi,” ungkap Sammy.
Baca juga: Sheryl Sheinafia Rilis Lagu Bertema Reflektif di Single Sendiri
Kedewasaan Still Virgin dalam segi musikalitasnya pun tercermin dari perubahan cara mereka bekerja di studio. Jika pada masa awal berdiri di pertengahan 2000-an proses rekaman terasa lebih spontan, kini band asal Bogor itu jauh lebih detail dalam memperhatikan kualitas sound, aransemen, dan produksi, namun tanpa meninggalkan jatidiri pop punk yang mengakar sejak lahir.
Selain dari proses produksinya, kedewasaan Still Virgin untuk album barunya ini pun ditunjukkan dari cara mereka memilih fokus track yang jadi representasi album terbarunya. Lagu berjudul Luinika dipilih sebagai warna musikal Still Virgin saat ini karena memiliki makna yang cukup personal bagi beberapa personel lantaran terinspirasi dari kisah keluarga dan anak.
Dengan lirik yang jujur, melodi yang kuat, serta aransemen yang tetap membawa energi pop punk khas mereka, Luinika menjadi titik temu antara identitas lama band ini dengan kedewasaan musikal yang mereka miliki sekarang.

Proses pembuatan album ini sendiri tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama dalam hal waktu. Sebagian besar personel kini memiliki pekerjaan dan kehidupan keluarga masing-masing, sehingga menyelaraskan jadwal rekaman menjadi tantangan tersendiri. Namun justru dari situ lahir semangat kolektif untuk tetap menyelesaikan album ini dengan maksimal.
Dalam menjaga identitas musiknya, Still Virgin tetap mempertahankan benang merah pop punk yang telah menjadi ciri khas mereka sejak awal. Namun kali ini mereka mencoba mengemasnya dengan pendekatan yang lebih matang, aransemen yang lebih rapi, serta sound yang lebih modern dan easy listening.
“Still Virgin tetap Still Virgin, tapi dengan versi yang lebih dewasa,” jelas Irmaz.
Baca juga: Anji Peringati Satu Dekade Perilisan Lagu Ikoniknya dengan Karya Baru
Album Still Virgin For Two Decades akan dirilis dalam dua bagian (two-sided release) yang merepresentasikan perjalanan emosional dan musikal mereka. Pembagian dua side ini tidak hanya menjadi strategi perilisan, tetapi juga menggambarkan dua fase perjalanan Still Virgin refleksi dan fondasi di Side A, serta eksplorasi dan pergerakan ke depan di Side B.
Pada akhirnya, para personel sepakat bahwa album ini adalah simbol bahwa mereka masih ada, masih solid, dan masih terus berkarya. Bagi mereka, dua puluh tahun bukan hanya soal lamanya waktu, tapi juga tentang menjaga persahabatan, mempertahankan kepercayaan satu sama lain, serta terus bertahan di tengah perubahan kehidupan dan industri musik.
“Bertahan selama 20 tahun justru menjadi tantangan terbesar, namun sekaligus pencapaian yang paling berarti,” ucap Ryan.