Jakartashowbiz.com – Teka-teki soal penyebab bubarnya grup band Naif sampai saat ini masih kerap menjadi pertanyaan di kalangan penggemarnya. Setelah sekian lama memendam cerita, mantan vokalis Naif, David Bayu, akhirnya buka suara soal kronologi di balik bubarnya band yang sudah membesarkan namanya.
Dalam obrolan bersama Raditya Dika di YouTube, David menumpahkan unek-uneknya tentang peristiwa yang menurutnya terjadi secara tiba-tiba. David Bayu menyebut semua bermula dari kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Sejak saat itu, ada beberapa peristiwa yang menjadi awal kehancuran Naif.
ā2020 seingat saya, satu hari sebelum Covid kita masih manggung di Tebet, bulan Maret, besoknya langsung lockdown. Kemudian otomatis kita nggak bisa ketemu, nah di sela-sela itu kok ada seperti per-meeting-an secara online,” kata David Bayu mengawali ceritanya.
Baca juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Gagal Tembus Seleksi Oscars 2026
Namun, David Bayu melanjutkan, di tengah situasi lockdown, tiba-tiba ada pertemuan daring yang membahas masalah manajemen dan finansial, tiba-tiba mengarah pada wacana pembubaran sepihak.
āBukan prakarsa saya sih waktu itu. Dari manajemen dan player yang lain, kecuali sang gitaris yang nggak diajak meeting itu. Tema masalah permanajemenan, sama masalah finansial. Sampai itu merujuk ke kita bubar saja nih. Dan itu bukan ide saya juga,” sambungnya.

Kala itu, David mengaku kalau dirinya sempat bersikukuh untuk mempertahankan formasi Naif. Baginya, Naif bukan sekadar tempat berkarya, tapi juga sumber penghidupan utama keluarganya selama ini.
āSiapa yang mau? pendaringan, pemasukan utama kita. Gue beneran menggantungkan dari Naif, mainjob gue. Gue sendiri nggak nyangka, nggak ada dalam terbesit sama sekali, ‘ah ini nggak bakal bubarlah, aman, long term’,” ucapnya.

Setelah Naif bubar, David mengakui merasakan terpukul. Itu sampai membuatnya kerap mengalami mimpi buruk di beberapa waktu setelahnya. Hal itu terjadi kemungkinan karena rasa ketidaksiapannya harus mengakhiri perjalanan panjang Naif selama 25 tahun di industri musik.
“Sampai beberapa bulan terakhir masih suka datang mimpi buruk, karena ketidakterimaan, nih orang, gue nggak menyalahkan, gue sudah terima jalannya begini. Cuma kalau nyari-nyari tahu gue suka menganalogi gini, kita kan keluarga berempat, itu fondasi dalam keluarga trust, kan. Kalau trust-nya kuat mau dari luar ngapain juga, kuat saja, nggak goyang. Tapi dari outside ini akhirnya yang menggoyang kita semua. Dari yang 25 tahun ini kok bisa retak juga nih, berarti fondasi dasar kita juga sudah tidak solid juga. Ini point of view gue ya,” pungkas David Bayu.
Seperti diketahui, Naif bubar pada tahun 2021. Kala itu, kabarnya satu per satu personelnya menyatakan mengundurkan diri. Personel pertama yang mundur dari Naif adalah Emil, sang bassis yang kemudian disusul oleh Pepeng, drummernya. Setelah dua temannya itu pamit, David Bayu lantas membuat pernyataan resmi kalau dirinya juga memilih keluar dari Naif.